logo rilis
Tak Netral, Tiga PNS di Bali Terima Sanksi Moral
Kontributor
Kurniati
09 April 2018, 14:49 WIB
Tak Netral, Tiga PNS di Bali Terima Sanksi Moral
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Klungkung— Penjabat Sementara Bupati Klungkung, Bali, I Wayan Sugiada, mengumumkan tiga aparatur sipil negara (ASN) di kabupaten setempat menerima sanksi moral, karena tidak netral dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Sanksi tersebut, berupa diumumkannya tiga ASN tersebut dalam apel pagi itu oleh Pjs Bupati Wayan Sugiada di hadapan ratusan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Ketiga ASN adalah I Wayan Sadra, S.Pd (Kepala Sekolah Dasar Negeri 3 Klumpu, Nusa Penida) dan I Wayan Tageg (guru SDN 2 Batu Kandik, Nusa Penida). 

Kedua guru itu telah dinyatakan melakukan pelanggaran kode etik dan ketentuan Pasal 3 angka 17, PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS.

Mereka dikenakan sanksi hukuman 'disiplin ringan', berupa teguran tertulis dan sanksi moral dengan pernyataan terbuka dan diumumkan saat apel.

Selain itu, sanksi hukuman disiplin sedang dijatuhkan kepada I Nyoman Sucitra (Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung) berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun.

Berdasarkan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, maka tata cara penyampaian hukuman disiplin sedang disampaikan langsung kepada yang bersangkutan.

Nyoman Sucitra dinyatakan telah melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan pasal 4 angka 15 huruf d, Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil itu.

Pjs Bupati Klungkung Wayan Sugiada, kembali mengingatkan agar seluruh ASN di daerah ini bersikap netral dan tetap bekerja secara profesional melayani masyarakat.

"Saya berharap hal itu tidak akan terulang kembali untuk menjaga suasana kondusif ASN pada perhelatan Pilkada 2018," katanya. 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)