logo rilis
Tak Dianggap Bahaya Lagi, DPR Nilai Pemerintah Harus Serius Tangani COVID-19
Kontributor
Nailin In Saroh
27 Juli 2020, 23:00 WIB
Tak Dianggap Bahaya Lagi, DPR Nilai Pemerintah Harus Serius Tangani COVID-19
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP Anas Thahir. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP Anas Thahir mengatakan dalam beberapa minggu terakhir, penambahan jumlah warga positif COVID-19 sangat besar. Dalam seminggu terakhir misalnya, sebesar 12.089 hingga kini jumlah positif COVID-19 di Indonesia mencapai 100.303. 

Kondisi ini, kata dia, memerlukan perhatian sangat serius dari pemerintah dengan meningkatkan sosialisasi lebih massif kepada masyarakat karena dalam beberapa minggu terakhir pemerintah terkesan kurang kreatif bahkan kehabisan akal dalam menyadarkan masyarakat tentang bahaya COVID-19.

"Masyarakat sepertinya juga telah menganggap COVID-19 tidak berbahaya lagi, sehingga mereka semakin abai terhadap protokol kesehatan yang seharusnya tetap dijalankan dalam situasi new normal yang diberlakukan pemerintah," ujar Anas kepada wartawan, Senin (27/7/2020).

Dengan dibubarkannya gugus tugas COVID-19 dan digantikan dengan comite kebijakan COVID-19, menurut Anas, ternyata belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Bahkan sebaliknya malah tampak ada penurunan kedisiplinan protokol kesehatan di tengah masyarakat. 

"Karenanya saya mendorong agar pemerintah tetap fokus, terus 'terjaga' dan tidak sampai lalai dalam tugas pencegahan penyebaran dan penanganan COVID-19. Sebab jika ini terjadi dampaknya akan sangat fatal dan berbahaya, apalagi kasus positif dari hari kehari terus meningkat," kata anggota dewan dapil Jatim III itu. 

Diketahui, saat ini jumlah positif COVID-19 di indonesia menempati urutan 24 dengan jumlah kematian sebesar 4.838. Dengan ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan rasio kematian sebesar 4,86 persen, angka ini terbilang tinggi dibanding rasio kematian dunia yang mencapai 4,2 persen.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID