logo rilis

Tak Bentuk Satgas dan PTSP, Pemda Bisa Kena Sanksi
Kontributor
Ainul Ghurri
30 Januari 2018, 12:10 WIB
Tak Bentuk Satgas dan PTSP, Pemda Bisa Kena Sanksi
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawadi meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Pembentukan itu merupakan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 91/2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

Ia memastikan, jia Pemda tak menerapkan maka akan diberi sanksi sesuai ketentuan Perpres tersebut. "Kalau tidak selesai juga ada sanksi, mulai dari pengambilan risiko fiskal," katanya di Kuningan, Jakarta, Senin (29/1/2018).

Selain itu, sanksi administratif pun akan berlaku bagi pejabat yang tidak membentuk Satgas tersebut. Sedangkan target maksimal pembentukan Satgas dan PTSP masing-masing daerah pada akhir Januari 2018.

"Pejabat yang tidak melaksanakan akan mendapatkan teguran, bisa teguran tertulis, pemberhentian sementara, sampai pemberhentian tetap," tandasnya.

Edy mengungkapkan, kesadaran di tingkat Pemda untuk memberikan kemudahan berusaha memang sudah terbentuk. Namun masih ada Pemda yang belum menerapkan regulasi tersebut.

"Beberapa daerah juga sudah menyesuaikan dengan membuat online single submission (OSS) sendiri. Walaupun sebagian besar masih diuber-uber," ujarnya.

Lebih lanjut, per 22 Januari 2018, dari 34 provinsi baru 10 provinsi yang telah membentuk Satgas. Sementara, dari 514 Kabupaten dan Kota hanya terdapat 75 daerah yang telah memenuhi kewajiban membentuk Satgas.

Ia menjelaskan, pembentukan Satgas dan PTSP untuk meningkatkan pelayanan dan pengawalan dalam rangka percepatan pelaksanaan perizinan berusaha setelah mendapatkan persetujuan penanaman modal.

"Kami mengajak semua untuk berlomba memberikan kemudahan berusaha untuk kegiatan ekonomi mereka sendiri. Kami juga akan terus memberikan bimbingan teknis," tutupnya.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID