logo rilis

Tahun Ini Festival Maksaira Bakal Pecahkan Rekor Muri Mancing Ikan Kerapu
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
09 April 2018, 11:06 WIB
Tahun Ini Festival Maksaira Bakal Pecahkan Rekor Muri Mancing Ikan Kerapu
Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes bersama Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana. FOTO: Zulhamdi Yahmin

RILIS.ID, Jakarta— Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara menyelenggarakan Festival Maksaira 2018, yang akan berlangsung di Pantai Wai Ipa hingga pantai Desa Bajo pada Minggu, 15 April 2018. Dalam festival itu juga akan ada pemecahan rekor MURI untuk aktivitas memancing ikan kerapu dengan peserta terbanyak.

Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes, mengatakan, festival ini digelar sudah ketiga kalinya. Pihaknya, kata dia, juga menjadikan festival itu sebagai acara tahunan.

"Ciri khas festival yang digelar untuk ketiga kalinya ini adalah kegiatan lomba mancing Ikan Kerapu dengan lokasi di Pantai Desa Wai Ipa hingga pantai Desa Bajo,” kata Hendrata Thes di kantor Kemenpar, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Hendrata menjelaskan, penciptaan rekor MURI sebenarnya juga pernah dilakukan pada 2015. Saat itu, Kabupaten Sula merauh pemghargaan untuk acara membakar ikan secara bersama-sama sepanjang 15 kilometer. 

“Maksaira oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula dimaknai sebagai musyawarah untuk membangun kebersamaan dalam rangka menyelesaikan pekerjaan atau gotong royong untuk kemajuan bersama. Kegiatan memancing ikan kerapu peserta terbanyak tidak terlepas dari semangat kearifan lokal masyarakat Sula untuk membangun kebersamaan, gotong royong yang tercermin dalam Festival Maksaira 2018,” Jelas Hendrata.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata mengapresiasi tekad Kabupaten Kepulauan Sula yang membangun daerahnya dengan menempatkan bidang pariwisata, industri perikanan dan pertanian berbasis wawasan dan teknologi tepat guna sebagai program utamanya. Menurut Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana, Festival Maksaira yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun sebagai upaya mengenalkan dan mempromosikan potensi pariwisata kabupaten tersebut.

“Kegiatan festival atau atraksi budaya menjadi bagian penting dari unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) dalam meningkatkan daya saing destinasi agar banyak dikunjungi wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman),” ungkap I Gde Pitana.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)