logo rilis
Tahun Ini BJB Syariah Targetkan Penyaluran Kredit Rp5,4 Triliun
Kontributor
Elvi R
22 Februari 2018, 14:31 WIB
Tahun Ini BJB Syariah Targetkan Penyaluran Kredit Rp5,4 Triliun
Foto: Bank BJB Syariah

RILIS.ID, Bandung— Direktur Bank BJB Syariah Indra Falatehan mengatakan, pada 2018 Bank BJB Syariah menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp5,4 triliun. Optimisme tersebut lahir berkat adanya potensi pasar syariah di Jawa Barat yang dinilai begitu besar. 
 
Terlebih, Jabar menjadi daerah dengan basis jamaah haji terbesar di Indonesia. Angka pemberangkatan haji serta umroh terus memperlihatkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Celah tersebut dapat dimanfaatkan oleh bank syariah.  
 
Ekonom Universitas Pasundan Acuviarta Kartabi menyebut, di level nasional, ekonomi syariah diprediksi akan mengalami pertumbuhan signifikan pada tahun ini. Penyebabnya, karena terjadi kelebihan likuiditas yang dialami oleh perbankan. 
 
"Itu akan meningkatkan perkembangan ekonomi syariah terutama di funding. Namun, penyaluran dan pendanaan masih akan melihat dari apa yang terjadi di triwulan satu 2018," ujarnya di Bandung, Kamis (22/2/2018).
 
Menurutnya, sistem syariah berperan besar dalam laju ekonomi Indonesia, terutama terkait perkembangan sektor riil. Hal ini karena sistem syariah menolak adanya bunga bank atau riba. Sehingga dana yang dikelola akan dimanfaatkan pada sektor riil. Ini mendorong adanya investasi luar negeri terutama negara Timur Tengah.
 
"Saya optimis perbankan syariah akan membaik sejalan dengan peningkatan ekonomi Indonesia. Potensi Indonesia sangat kuat kalau melihat pertumbuhan DPK. Meski lambat tapi terus terjadi peningkatan," ujar Acuviarta.
 
Dia menjelaskan, konsep ekonomi syariah sebenarnya telah hadir dan mulai diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia hampir tiga dekade lalu. Tepatnya ketika perbankan syariah pertama lahir, yakni Bank Muamalat yang berdiri pada 1991. 
 
Lalu, konsep syariah mulai membuka mata masyarakat Indonesia pada 1998. Ketika itu, Indonesia mengalami krisis ekonomi yang membuat banyak perusahaan mesti gulung tikar. Beberapa kalangan meyakini, krisis terjadi lantaran konsep ekonomi konvensional begitu mengutamakan sistem bunga sebagai instrumen profit. 
 
Sementara ekonomi syariah sangat berbeda dengan konsep kapitalis maupun komunis. Pasalnya ekonomi syariah berpihak pada keadilan serta menolak segala bentuk perilaku seperti riba maupun spekulasi yang tidak pasti. 
 
Fase pencerahan ekonomi syariah kemudian hadir ditandai dengan diberlakukannya UU Nomor 10 Tahun 1998 mengenai arahan pemerintah kepada bank konvensional untuk membuka divisi atau melakukan konvergensi dengan sistem perbankan syariah. 
        
Terbaru, pemerintah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang dipimpin oleh Presiden Indonesia Joko Widodo pada 2016. KNKS bertujuan mengembangkan potensi serta menjawab tantangan ekonomi syariah di Indonesia.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID