logo rilis
Tahan Wereng Batang Coklat dengan Ciherang Baru
Kontributor
Intan Nirmala Sari
27 Maret 2018, 21:13 WIB
Tahan Wereng Batang Coklat dengan Ciherang Baru
Pengujian galur-galur harapan terhadap WBC populasi lapang JWDL. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Wereng batang coklat (WBC) merupakan hama utama padi yang merusak secara langsung, dengan cara mengisap cairan tanaman dan mengakibatkan tanaman padi mati seperti terbakar (hopperburn). WBC juga berperan sebagai vektor virus, penyebab penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa, yang dapat mengakibatkan penurunan produktivitas tanaman padi.

Selama ini, upaya pengendalian hama WBC dianggap sulit karena sifatnya yang mudah beradaptasi dengan lingkungan dan campur tangan manusia seperti penyemprotan pestisida. Untuk itu, salah satu cara pengendalian yang efisien dan ramah lingkungan adalah dengan menanam varietas tahan.

Peneliti pemulia marka molekuler M Yunus mengatakan, hasil pengujian gen-gen ketahanan terhadap populasi WBC lapang yang dikoleksi dari beberapa lokasi di Indonesia, menunjukkan bahwa gen Bph6 yang berasal dari varietas Swarnalata tahan terhadap populasi WBC. Oleh karena itu, gen ini merupakan kandidat yang sangat baik sebagai sumber gen ketahanan dalam program perakitan varietas unggul baru untuk mengatasi serangan WBC di lapang.

Perakitan varietas menggunakan gen Bph6 telah dilakukan menggunakan metode Marker-Assisted Backcrossing (MABC) dengan berdasar analisis foreground untuk identifikasi gen Bph6 menggunakan dua marka SSR pengapit, RM16994/RM6997 dan RM5742, dan analisis background menggunakan marka molekuler yang tersebar di kromosom padi. Itu dilakukan untuk mengetahui tingkat latar belakang genetik dari Ciherang untuk tiap individu tanaman hasil persilangan pada tiap siklus silang-balik.

Ciherang dipilih sebagai tetua resipien yang diperbaiki ketahanannya terhadap WBC, karena sampai saat ini, itu merupakan varietas yang disukai petani dan pertanamannya paling luas dibandingkan varietas-varietas unggul lainnya.

Sebagai tujuan akhir, diharapkan dapat dihasilkan varietas yang memiliki latar belakang Ciherang yang tinggi, dan memiliki gen ketahanan Bph6. Saat ini, beberapa galur harapan sedang dalam tahap pengujian akhir, untuk memenuhi persyaratan pelepasan varietas. Hasil pengujian ketahanan WBC populasi lapang JWDL yang dikoleksi dari Juwiring, Delangu, Klaten sebagai populasi uji, menunjukkan galur-galur tersebut tahan terhadap Ciherang sebagai tetua asalnya. Tentu ini merupakan kabar gembira dan ditunggu-tunggu bagi para petani bila dapat segera menanam Ciherang tahan WBC.

Sumber: Humas Balitbangtan


500
komentar (0)