logo rilis
Tahan Segala Kondisi, Petani Kutai Kartanegara Senang Adopsi Inpari 40
Kontributor
Fatah H Sidik
03 Mei 2018, 02:36 WIB
Tahan Segala Kondisi, Petani Kutai Kartanegara Senang Adopsi Inpari 40
Kondisi pertanaman padi di Desa Sebuntal, Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (1/5/2018), dengan menggunakan VUB Inpari 40. FOTO: Balitbangtan Kementan

RILIS.ID, Kutai Kartanegara— Petani Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mulai tersenyum. Meski curah hujan tak bisa diprediksi, namun tanaman padinya tetap tumbuh subur.

Demikian diakui Samsuddin, petani Desa Sebuntal, Kecamatan Marang Kayu. Hal itu, tak lepas dari penggunaan varietas unggul baru (VUB) Inpari 40.

"Sebentar lagi akan panen, seperti yang bisa dilihat saat ini," ujarnya. Dia menanam Inpari 40, inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Balitbangtan Kementan), di lahan dua hektare.

Berdasarkan pengamatan pada Selasa (1/5/2018), performa Inpari 40 tetap tegar meski kondisi lahan kekurangan air hingga tanah pecah-pecah. Begitu pula kala terendam selama empat hari.

Hal berbeda pada lahan yang menggunakan varietas lain. Tanaman cenderung mengalami gangguan pertumbuhan. Ada juga yang terserang organisme pengganggu tanaman (OPT), lantaran kurang sehat. 

Inpari 40 yang dilepas pada 2015 memiliki beberapa keunggulan. Misalnya, produktivitas tinggi, umurnya tak terlalu panjang atau sekitar 115 hari, serta bersifat amphibi atau tahan dalam kondisi kekurangan air. Rasanya pun diterima konsumen di Marang Kayu.

Hal senada diutarakan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Marang Kayu, Sukarno. Katanya, kehadiran Inpari 40 memberikan harapan kepada petani untuk tetap bersemangat bercocok tanam.

Dia menyatakan demikian, lantaran tanah akan retak-retak saat tak ada hujan selama dua minggu. Bila hujan dengan curah tinggi selama 2-3 jam, tinggi permukaan air minimal 20 sentimeter di lahan tadah hujan tersebut. Luas hamparan lahan tadah hujan di Marang kayu sekitar 300 hektare.

Sementara itu, peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kaltim, Imur SP, menerangkan, Inpari 40 mudah dikaji dan dikembangkan di wilayah Kaltim. Alhasil, petani takkan kesulitan mengadopsinya, bila terbukti dan sesuai standar kesukaan mereka.

Balitbangtan Kementan diketahui terus mempersembahkan VUB, agar petani Indonesia memiliki pilihan varietas padi sesuai spesifik lokasi karena faktor cuaca, sumber daya lahan, dan juga sosiokultur setempat.


500
komentar (0)