logo rilis
Syarief Hasan: Menteri Harus Respons Keinginan Jokowi Fokus Kesehatan
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
08 September 2020, 12:30 WIB
Syarief Hasan: Menteri Harus Respons Keinginan Jokowi Fokus Kesehatan
Syarief Hasan. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan, meminta para menteri Kabinet Indonesia Maju untuk segera merespons dan menindaklanjuti keinginan Presiden Joko Widodo agar fokus pada penyelesaian masalah kesehatan. 

Para menteri Jokowi, kata Syarif, hendaknya mulai saat ini tidak hanya fokus pada pemulihan ekonomi sebagai dampak dari pandemi COVID-19. 

"Pernyataan Presiden itu harus menjadi petunjuk kepada para menteri di pemerintahan untuk tidak hanya fokus pada pemulihan ekonomi nasional," kata Syarief Hasan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/9/2020). 

Syarief mengatakan, selama ini para menteru lebih banyak mengurusi aspek ekonomi dibandingkan kesehatan masyarakat. Sehingga, kasus COVID-19 di Indonesia semakin meningkat. 

"Data dari Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan pandemi COVID-19 pada 6/9 menyebutkan kasus terkonfirmasi positif akan mencapai 200 ribu kasus dan 8.025 di antaranya meninggal dunia. Kasus harian pun selalu di atas angka 2.000 kasus dalam beberapa pekan terakhir," ujarnya.

Akibat kurangnya perhatian terhadap kesehatan, ungkap Syarief, kasus positif di Indonesia sudah mengalahkan Cina yang hanya mencapai 8.820 kasus dan kasus harian di bawah 10 kasus.

Padahal, Cina merupakan episentrum awal COVID-19 yang menyebar di seluruh dunia.

"Kini, Indonesia pun masuk dalam jajaran 10 besar negara dengan kasus positif terbanyak di benua Asia," katanya.

Syarief mengatakan Partai Demokrat sudah berkali-kali mengingatkan kepada pemerintah untuk fokus pada penanganan kesehatan akibat pandemi COVID-19. Namun, menurut dia, selama ini pemerintah lebih fokus pada ekonomi sehingga kasus COVID-19 tidak tertangani dengan baik.

Karena itu, dia mendorong para menteri menjalankan arahan dari Presiden Jokowi karena para para Menteri harus satu kendali di bawah presiden.

"Jangan mengambil kebijakan pemulihan ekonomi saja, tetapi utamakan kebijakan kesehatan. Karena bagaimana ekonomi mau membaik, sementara masyarakat yang menjadi pelaku utama terganggu kesehatannya," ujarnya.

Syarief berharap agar pandemi COVID-19 ini dapat segera tertangani dengan baik karena pangkal masalahnya ada pada aspek ketegasan dan koordinasi kebijakan yang jelas dan terarah mulai tingkat Pusat sampai ke tingkat bawah.

Dia menilai pemerintah harus mengambil kebijakan dari hulu ke hilir, dari aspek kesehatan ke aspek ekonomi, bukan sebaliknya dan pemerintah harus tegas dengan koordinasi yang tepat dan cepat agar dapat menekan laju kasus COVID-19 di Indonesia.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID