logo rilis

Syair Danarto yang Tak Lekang Oleh Zaman
Kontributor
Ning Triasih
11 April 2018, 15:02 WIB
Syair Danarto yang Tak Lekang Oleh Zaman
Danarto. FOTO: Instagram/@mufidzatthoriqs

RILIS.ID, Jakarta— Indonesia baru saja kehilangan sosok sastrawan besarnya, Danarto. Ia meninggal pada Minggu (10/4) malam tepatnya pukul 20.45 WIB di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Fatmawati Jakarta.

Danarto mengembuskan napas terakhirnya usai tertabrak sepeda motor di Ciputat, Tangerang Selatan sekitar pukul 13.00 WIB kala dirinya tengah menyebrang.

Kepergian pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 27 Juni 1940 ini tentu membawa duka mendalam bagi Indonesia. Pasalnya ia dikenal sebagai sastrawan kenamaan dengan karya-karya yang menakjubkan. Salah satu ciptaannya yang paling terkenal adalah kumpulan cerpennya, Godlob.

Sepanjang hayatnya, Danarto telah menelurkan karya-karya sastra mulai dari cerpen, naskah teater, esai, puisi, hingga novel. Bahkan, beberapa karya cerpennya, seperti Godlob, Adam Ma’rifat, Berhala, Gergasi dan lain-lain, berhasil mendapat apresiasi masyarakat lantaran dinilai menyuguhkan bentuk baru dalam penceritaan di dunia kesusastraan Indonesia.

 

Danarto merupakan lulusan Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta. Selama masih duduk di bangku kuliah, ia aktif dalam Sanggar Bambu pimpinan pelukis Sunarto Pr. Ia juga turut serta mendirikan Sanggar Bambu Jakarta.

Pada 1979-1985, ia sempat bekerja di majalah Zaman. Tahun 1976, Danarto lebih dulu mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat. Ia juga pernah mengikuti program menulis di Kyoto, Jepang dan menjadi dosen Institut Kesenian Jakarta sejak 1973.

Kemudian di 1974, ia pernah bergabung dengan Teater Sardono, yang melawat ke Eropa Barat dan Asia. Di samping berpameran Kanvas Kosong (1973), ia juga berpameran puisi konkret (1978). 

Sayang, di usia 77 tahun, sang penyair itu dipanggil Sang Kuasa. Namun, karyanya tak kan pernah mati dan selalu dikenang.

Berikut deretan karya Danarto dari masa ke masa:

1. Kumpulan cerpen "Godlob" (1975)

2. Drama "Obrok Owok-owok, Ebrek Ewek-ewek" (1976)

3. Drama "Bel Geduweh Beh" (1976)

4. Kumpulan cerpen "Adam Ma'rifat" (1982)

5. Catatan perjalanan ibadah haji "Orang Jawa Naik Haji" (1983)

6. Berhala: Kumpulan Cerita Pendek (1987)

7. Gergasi (1993)

8. Gerak-gerik Allah: Sejumput Hikmah Spiritual (1996)

9. Begitu Ya Begitu, Tapi Mbok Jangan Begitu (1996)

10. Asmaraloka (1999)

11. Kumpulan cerpen "Setangkai Melati di Sayap Jibril" (2000)

12. Kacapiring (2008)

Selamat jalan Sastrawan Danarto!

Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)