logo rilis
Syaikh Besar Al-Azhar Tiba di Jakarta untuk Hadiri Konferensi Islam Moderat
Kontributor
Syahrain F.
30 April 2018, 07:44 WIB
Syaikh Besar Al-Azhar Tiba di Jakarta untuk Hadiri Konferensi Islam Moderat
Grand Syaikh Al-AZhar (gamis abu-abu) diterima Wamenlu AM Fachir, dan Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban Prof Dr Din Syamsuddin, di Jakarta, kemarin (29/4/2018) malam. FOTO: Dok. panitia

RILIS.ID, Jakarta— Ulama Mesir Syaikh Dr Ahmed Mohamed Ahmed al-Thayyeb tiba di Jakarta pada kemarin (29/4/2018) malam. 

Didampingi 20 orang--di antaranya Rektor Universitas Al-Azhar Prof Dr Muhammad Husin Abdelaziz Hassan--kedatangan Syaikh Thayyib ke Indonesia dalam rangka menjadi pembicara kunci pada acara High Level Consultation of World Muslim Scholars (HLC-WMS) on Wasatiyyat Islam. 

Acara tersebut dijadwalkan akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo dan berlangsung dari 1-3 Mei di Bogor.

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban Prof Dr Din Syamsuddin mengantarkan langsung undangan secara langsung ke Kairo, Mesir.

"Imam Besar Syaikh Thayyib diundang untuk menghadiri acara HLC tersebut karena tema besarnya sesuai dengan nilai-nilai penting dalam manhaj (metode) Al-Azhar," kata Prof Din dalam pernyataan tertulis yang diterima rilis.id hari ini (30/4/2018).

Acara itu menghadirkan sejumlah ulama-ulama dalam dan mancanegara untuk membahas Islam Wasatiyyat (moderat) dari sisi konsep, implementasinya dari masa ke masa sejak zaman Nabi, pengalaman Indonesia, serta tantangan dan peluang gagasan tersebut dalam peradaban global.

"HLC-WMS akan melahirkan Bogor Message, dokumen penting yang bisa menjadi acuan umat manusia dalam mengembangkan peradaban melalui prinsip jalan tengah," jelas mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Di antara deretan nama yang hadir antara lain Dr Ali Rashed Al-Nuami dari Uni Emirat Arab, Penasihat Khusus Sekjen PBB Dr Abdullah al-Matouq, Mufti Damaskus Prof Dr Abdul Fattah Bizm, Mufti Singapura Mohamed Faris Bakaram, serta Pimpinan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) Al-Hajj Murad Ebrahim.

Hadir pula sejumlah tokoh agama dan ulama dari negara-negara non-Muslim di antaranya dari India, Cina, Australia, Prancis, Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Inggris, Rusia, Timor Leste, Itali, dan dari negara-negara Muslim lainnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)