logo rilis
Swedia Tawarkan Jet Tempur Canggih ke Indonesia, Bisa Lepas Landas di Jalan Raya
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
15 Februari 2020, 22:00 WIB
Swedia Tawarkan Jet Tempur Canggih ke Indonesia, Bisa Lepas Landas di Jalan Raya
FOTO ILUSTRASI: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Sejumlah pabrikan alutsista dari negara-negara maju sempat menawarkan produknya sebelum pemerintah Indonesia memilih pesawat tempur Sukhoi SU-35 sebagai pengganti F-5 Tiger. 

Pabrikan alutsista yang menawarkan pesawat tempur generasi 4,5 itu di antaranya berasal dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Perancis, dan tak ketinggalan juga Swedia. 

Amerika saat itu menawarkan F-16 Viper, kemudian ada Eurofighter Typhoon asal Inggris, Rafale dari Perancis, dan tentu saja JAS 39 Gripen asal perusahaan Swedia. 

Untuk Jet tempur JAS 39 Gripen sendiri merupakan hasil pengembangan yang dikerjakan bersama antara Saab Military Aircraft, Ericsson Microwave Systems, Volvo Aero Corporation dan Celsius Aerotech. Pesawat ini masuk dalam jenis pesawat tempur multi-peran generasi keempat.

Dilansir dari berbagai sumber, JAS 39 Gripen merupakan pesawat tempur produksi Swedia pertama yang dapat digunakan untuk misi intersepsi, serangan darat, dan pengintaian. 

Jet tempur JAS 39 Gripen menawarkan kelincahan, sistem akuisisi target tembak yang canggih, radar multi-peran yang kuat, persenjataan modern, dan kemampuan dalam peperangan elektronik komprehensif (EW). Pesawat ini juga dirancang untuk mengantisipasi semua ancaman pada masa kini dan masa depan.

Salah satu faktor penting pada jet tempur JAS 39 Gripen varian ekspor adalah sistem rudal pesawat. JAS 39 Gripen yang digunakan oleh Angkatan Udara Swedia dipersenjatai dengan rudal AIM-120 AMRAAM, AIM-9 Sidewinder, rudal anti kapal Saab Dynamics RBS 15, dan rudal serang permukaan Maverick.

Saab Dynamics bekerja sama dengan produsen utama rudal di Eropa dalam pengembangan rudal baru Udara-ke-Udara untuk digunakan pada jet tempur Eurofighter, Rafale dan Gripen.

Satu kemampuan menarik dari Gripen adalah kemampuannya untuk mendarat pada jalanan umum, yang merupakan salah satu strategi pertahanan Swedia. Begitu mendarat, pesawat ini bisa diisi bahan bakar dan dipersenjatai lagi dalam 10 menit oleh 5 orang kru darat yang beroperasi dari sebuah truk, kemudian Gripen terbang kembali untuk melaksanakan misinya.

Gripen saat itu diklaim sangat cocok digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk patroli udara, darat, dan khususnya laut untuk menjaga luasnya perairan Indonesia. 

Gripen generasi baru tipe E dinilai mempunyai kemampuan yang lebih mumpuni dengan menggendong radar Selex ES AESA dan memiliki infra Red Seach and Tracking (IRTS).

Gripen E juga bisa terintegrasi dengan semua sistem radar di darat dan laut. Sehingga, kemampuannya melacak dan mengunci keberadaan musuh sudah tak diragukan lagi.

Gripen juga punya kemampuan taktikal data link, yakni satu pesawat tempur dan pesawat tempur lainnya, pertahanan di darat, dan laut terkoneksi. Sistemnya diklaim tidak bisa ditembus oleh pihak lawan.

Kelebihan lain yang diklaim Gripen saat itu adalah biaya operasionalnya yang sangat rendah dibanding kompetitornya seperti F-16, F-18 E/F, Rafale, Eurofighter, dan Su-35.

Di masa perang, Gripen disebut bisa disembunyikan di berbagai tempat di pulau-pulau di Indonesia. Gripen dirancang bisa dioperasionalkan di landasan darurat, seperti jalan raya, dan bisa terbang dengan jalan lurus sepanjang 800 meter.

Gripen juga bisa dipersenjatai atau diisi bahan bakarnya hanya dengan 5 orang yang terlatih dan 1 truk pengangkut bahan bakar. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID