logo rilis
Swasembada Protein, Menteri Amran Lepas Ekspor Daging Ayam Olahan
Kontributor
Fatah H Sidik
20 April 2018, 12:11 WIB
Swasembada Protein, Menteri Amran Lepas Ekspor Daging Ayam Olahan
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, lepas ekspor daging ayam olahan. FOTO: RILIS.ID/Fatah H Sidik

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan, produk pangan berprotein dalam negeri melampaui kebutuhan nasional. Itu ditandai dengan ekspor daging ayam olahan ke berbagai negara.

"Dulu impor jagung Rp10 triliun. Kan sama saja impor ayam. Hari ini setelah dua tahun berjuang bersama-sama, kita balikkan keadaan," ujarnya sela pelepasan ekspor daging ayam olahan dan pakan ternak di Pabrik PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI), Jakarta Utara, Jumat (20/4/2018).

Ekspor tersebut meliputi enam ton daging ayam olahan ke Jepang, 120 ton pakan ternak ke Timor Leste, serta 6,6 ton daging ayam olahan ke Papua Nugini. Ekspor ke Timor Leste diangkut menggunakan 10 kontainer, sedangkan ke Jepang dan Papua Nugini masing-masing satu kontainer.

Menteri Amran menambahkan, melonjaknya produksi ayam dan jagung dalam negeri tak lepas dari berbagai kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan). Misalnya, mencabut regulasi yang menghambat investasi dan ekspor.

"Kami sudah cabut kurang lebih 200 Permentan yang hambat investasi untuk ekspor," terangnya. "Tidak jarang kami copot (pejabat). Dari Karantina, 164 (pejabat) kami geser bahasa halusnya," imbuh dia.

Kementan, kata pembantu Presiden asal Bone ini, juga mengajak pihak-pihak terkait untuk berembuk dan membahas bersama aturan yang propeningkatan produksi serta menguntungkan semuanya. "Kami tanda tangan saja," jelasnya.

Kesuksesan tersebut, menurut Menteri Amran, tak lepas dari sinergi semua pihak. Alhasil, nilai ekspor pertanian Tanah Air tahun lalu melonjak drastis dibanding 2016. "Ekspor pertanian 2017 naik 24 persen setara Rp440 triliun," ungkapnya.

Jebolan Universitas Hasanuddin Makassar itu berharap, torehan tersebut dikembangkan dengan merambah pasar negara lain. "Kita selesaikan Asia. Asia Tenggara dulu, baru Asia. Kalau perlu, kita suplai kebutuhan pangan seluruh dunia," ucapnya.

Pada kesempatan sama, Presiden Direktur PT CPI, Thomas Effendy, menerangkan, ekspor tersebut dilakukan karena produksi dalam negeri melimpah. "Sesuai arahan Pak Menteri, solusinya dengab melakukan ekspor produk-produk berbasis ayam," katanya.

Kegiatan turut dihadiri sejumlah pihak terkait, seperti Kementan, Kementerian Perdagangan, Satuan Tugas Pangan, Pemerintah Kota Jakut, serta stakeholder lainnya.

Selain pelepasan ekspor, acara disertai penyerahan tiga sertifikat untuk PT CPI. Perinciannya, Sertifikat Veteriner (Ditjen PKH Kementan), Certificate of Origin (Ditjen Daglu Kemendag), serta Sertifikat Sanitasi Produk Hewan (BB Karantina Tanjung Priok).

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)