logo rilis
Survei Voxpol: 62,8 Persen Pemilih Tak Percaya Janji Politik Capres
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
21 Maret 2019, 15:20 WIB
Survei Voxpol: 62,8 Persen Pemilih Tak Percaya Janji Politik Capres
Pengamat politik dari Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Voxpol Center menggelar survei preferensi perilaku pemilih atau voting behavior menjelang penyelenggaraan Pilpres 2019. Hasilnya, 62.8 Persen pemilih tidak percaya dengan janji politik. 

"Namun demikian, masih ada yang percaya terhadap janji politik yang diobral ketika masa kampanye sebesar 24.7 persen," kata Direktur Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago melalui siaran persnya kepada rilis.id, Kamis (21/3/2019). 

Pangi mengatakan, Voxpol Center dalam survei itu juga menunjukkan bahwa sebesar 70.4 persen tidak tertarik dengan janji politik yang ditawarkan capres-cawapres. Menurutnya, hanya 18.3 persen pemilih yang tertarik dengan janji yang ditawarkan oleh elite politisi atau pasangan capres-cawapres. 

"Selanjutnya, terkait korelasi linear soal janji politik menjadi dasar pertimbangan memilih capres-cawapres, apakah janji politik berpengaruh/tidak terhadap pilihan capres? Sebesar 27.3 persen janji politik mempengaruhi pilihan pemilih terhadap capres," ujarnya. 

"Namun demikian, masih ada angka sebesar 63,5 persen janji politik tidak berpengaruh terhadap pilihan politik," lanjut Pangi. 

Hasil survei ini juga menunjukkan soal upaya menagih janji politik setelah terpilih. Menurut dia, yang menagih janji politik hanya sebesar 16.6 persen pemilih dan sisanya sebesar 71.4 persen tidak menagih/tidak peduli dengan janji politik capres setelah terpilih.

Dia menilai, hasil survei di atas menunjukkan bahwa sangat wajar politisi tanpa beban mengobral janji politiknya. Pasalnya, para politisi itu menyadari bahwa janji politik dalam kontestasi elektoral berpengaruh terhadap elektabilitas. 

"Di sisi lain masyarakat tidak akan menagih janji politik yang dulu pernah mereka tawarkan, karena psikologi pemilih seringkali pelupa dan pemaaf," tandasnya.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID