logo rilis
Survei IDM: 54,9 Persen Publik Percaya Ganjar Terlibat Kasus e-KTP
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
13 Juni 2018, 08:09 WIB
Survei IDM: 54,9 Persen Publik Percaya Ganjar Terlibat Kasus e-KTP
Ganjar Pranowo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Calon gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, didiuga terlibat dalam skandal mega korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP). Hal itu yang membuat elektabilitasnya sebagai calon petahana menurun di Pemilihan Gubernur Jateng 2018.

Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) menunjukan sebanyak 54,9 persen, politisi PDI Perjuangan itu terlibat dalam kasus e-KTP. Sedangkan 41,8 persen mengatakan, Ganjar tidak terlibat. Sedangkan sisanya 3,3 persen tidak menjawab.

"Pertanyaan yang diberika responden 'Menurut anda, apakah anda yakin kalau  Ganjar Pranowo benar-benar terlibat dalam kasus e-KTP?” kata Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Fahmi Hafel, Rabu (13/6/2018).

"Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan memanggil Ganjar Pranowo berkali-kali jika dia tidak terlibat dalam kasus korupsi e-KTP," lanjutnya.

Sementara sebanyak 89,2 persen masyarakat Jawa Tengah menginginkan Kepala Daerah yang tidak terlibat dalam kasus korupsi. “Karena itu secara mayoritas masyarakat Jawa Tengah menginginkan adanya pemerintahan yang bersih (bebas korupsi). Karena dengan korupsi baik langsung maupun tidak langsung berimbas kepada masyarakat," terangnya.

Survei IDM juga memberi pertanyaan secara spontan kepada responden, soal siapakah yang akan mereka pilih jika Pilgub digelar hari ini dengan menggunakan jawaban secara top of mind dari 2.002 responden. Hasilnya, pasangan Sudirman Said–Ida Fauziah 47,3 persen.

“40,9 persen memilih pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan sebanyak 11,8 persen tidak menjawab," bebernya.

Survei IDM dilakukan pada 28 Mei-4 Juni 2018, dengan jumlah responden sebanyak 2.002 warga Jawa Tengah yang tersebar secara proporsional di 35 Kota/Kabupaten sesuai sebaran Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada 2018 yang berjumlah 27.068.125 pemilih.

"Metode penelitian survei menggunakan metodologi kuantitatif dengan wawancara langsung dan pengisian kuisioner. Penarikan sampel dengan metode multistage random sampling berdasarkan total populasi masyarakat yang memiliki Hak Pilih pada saat Pilgub 2018 dengan tingkat kepercayaan 98 persen dan margin of error kurang lebih 2,6 persen," paparnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)