logo rilis
Survei Gus Ipul-Puti Ungguli Khofifah-Emil di Pilgub Jatim
Kontributor
Nailin In Saroh
21 Maret 2018, 14:31 WIB
Survei Gus Ipul-Puti Ungguli Khofifah-Emil di Pilgub Jatim

RILIS.ID, Jakarta— Elektabilitas pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, mengungguli pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jawa Timur 2018. 

Survei Charta Politika Indonesia mencatat, Gus Ipul-Puti memperoleh 44,8 persen dan Khofifah-Emil 38,1 persen dari hasil simulasi pelaksanaan Pilkada jika dilakukan pada 3-8 Maret 2018.

"Tapi survei ini belum menentukan Gus Ipul-Puti menang, karena selisih masih dibawah undecided voter yang sebesar 17,1 persen," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Menariknya, jika dilihat dari sisi individu calon gubernur, elektabilitas Khofifah justru lebih tinggi daripada Gus Ipul.

Mantan menteri sosial ini unggul tipis dengan angka popularitas 92,9 dari Gus Ipul sebesar 91,7 persen. Sedangkan wakilnya, Emil lebih populer 50,7 persen daripada Puti yang hanya 42,2 persen.

"Biasanya kalau capres nya mentok, yang diandalkan adalah wakilnya, tapi keduanya belum cukup mempuni untuk populer di survei elektabilitas," jelas Toto.

Trend elektabilitas paslon Khofifah-Emil mengalami penurunan dari bulan Januari dari 41,5 persen menjadi 38,1 persen di bulan Maret. Sebaliknya, Gus Ipul-Puti mengalami peningkatan dari 42,6 persen pada Januari menjadi 44,8 persen di bulan Maret. 

Sementara, sebanyak 79,7 persen masyarakat Jawa Timur mengaku puas terhadap kinerja Pemprov di bawah kepemimpinan Soekarwo-Saifullah Yusuf, salah satu pasangan gubernur dan wakil gubernur yang secara umum mempunyai tingkat elektabilitas tinggi di Pilkada Provinsi saat ini. 

Biasanya, kata Toto, apabila incumbent maju kembali dengan tingkat kepuasan di atas 70 persen, maka kecenderungan akan terpilih kembali. 

"Nah, pasangan manakah yang dianggap incumbent ? Apakah Gus Ipul yang notabene nya sebagai wagub saat ini, ataukah Khofifah yang mendapat rekomendasi partai Demokrat karena Soekarwo adalah ketua DPW Demokrat Jawa Timur," tandasnya.

Metode yang digunakan Charta Politika yakni acak bertingkat atau multistage random sampling. Survei dilakukan 3-8 maret 2018, menggunakan kuesioner terstruktur.

Jumlah sampel 1.200 responden di kabupaten/kota Jawa Timur, dengan margin of error 2,8 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor: Taufiqurrohman


500
komentar (0)