logo rilis
Survei: Elektabilitas Jokowi Unggul, Prabowo Keok di Jatim
Kontributor
Budi Prasetyo
28 April 2018, 08:14 WIB
Survei: Elektabilitas Jokowi Unggul, Prabowo Keok di Jatim
Prabowo Subianto dan Joko Widodo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Surabaya— Hasil survei, Surabaya Survei Center, menyatakan elektabilitas Joko Widodo unggul atas Prabowo Subianto di Jawa Timur. 

Elektabilitas Jokowi mencapai 46,8 persen, dan Prabowo 23,9 persen. Sedangkan nama-nama lain yang beredar adalah Agus Harimurti Yudhoyono 2,6 persen, Anies Baswedan 1,2 persen dan Gatot Nurmantyo 1,1 persen.

Sebesar 2,8 persen menyebutkan nama calon yang lain dan sebesar 21,6 persen sisanya untuk besaran suara yang tidak menyebut atau tidak menjawab dengan menyebutkan nama capres.

Nama yang muncul pada 6 urutan teratas adalah AHY 10,2 persen, Soekarwo 7,2 persen, Wiranto 6,1 persen, Gatot Nurmantyo 50,1 persen, Muhaimin Iskandar 4,9 persen dan Anis Baswedan 4,8 persen. 8 persen menyebutkan nama calon yang lainnya sehingga menggenapkan angka tidak tahu atau tidak menjawab pada besaran 53,7 persen.

"Kami hanya mencoba memetakan, bagaimana elektabilitas capres dan cawapres pada dinamika perilaku pemilih menjelang Pilgub Jatim kali ini. Hal yang wajar terkait akanadanya irisan suara yang menyumbang dan memperkuat pasangan cagub-cawagub yang berkompetisi. Sehingga muncul prediksi dari analisa-analisa yang terbaca dari munculnya nama-nama capres cawapres tersebut," ujar peneliti SSC  Viktor Tebing, Jumat (27/4/2018).

Menurut Viktor, pemetaan kekuatan yang akan memperkuat dan memenangkan Pilpres 2019 nanti.
"Ini cerminan kecil dari simbiosis mutualisme yang dibangun untuk menyelaraskan kepentingan dari masing-masing pihak yang terkait. Ingat, ini hanya hubungan atas dasar kepentingan saja," katanya. 

Survei yang menggunakan metode multistage random sampling ini dilakukan pada tanggal 11-19 April 2018 di 38 kabupaten/kota di Jatim.

Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan margin of error 2.81 persen, level of confidence 95 persen dan jumlah sampel 1220 responden.Sebagai bentuk kendali mutu, survei ini di lengkapi dengan metode spot check hingga 20 persen dari total responden.
 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)