logo rilis
Survei, Elektabilitas Hasanah Masih Paling Buncit
Kontributor
Nailin In Saroh
19 April 2018, 16:39 WIB
Survei, Elektabilitas Hasanah Masih Paling Buncit
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Tingkat elektabilitas Pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan masih berada di posisi paling buncit, di antara pasangan calon lainnya. Hal ini terungkap dari hasil Lembaga survei Indo Barometer yang disampaikan di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Bahkan, bila dibandingkan, elektabilitas pasangan 'Hasanah' ini jauh di bawah ketiga calon gubernur-wakil gubernur lainnya.

"Jika diakumulasi secara berpasangan, Hasanuddin-Anton hanya 0,5 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari.

Tak hanya kalah jauh secara berpasangan, pasangan yang didukung PDIP ini juga berada di posisi terakhir bila disandingkan secara head to head, alias perorangan

"Berdasarkan pertanyaan tertutup terhadap 4 calon gubernur, Ridwan Kamil unggul 37,5 persen, menyusul Deddy Mizwar 30,8 persen, Sudrajat 5,4 persen dan TB. Hasanuddin 3,2 persen. Sedangkan undecided voters sebanyak 23,1 persen," ujar Qodari.

Pun demikian dengan tingkat keterpilihan Anton, dengan pertanyaan terbuka, hanya memiliki angka 1,3 persen, dibandingkan Dedi Mulyadi 15,8 persen, Uu Ruzhanul Ulum 15,3 persen,serta Syaikhu 3,8 persen.

"Dari pertanyaan tertutup, Dedi Mulyadi unggul 24,7 persen berimbang dengan Uu Ruzhanul 24,4 persen. Kemudian Syaikhu 5,3 persen dan Anton 2 persen," ungkap Qodari.

Survei ini dilaksanakan pada 20-26 Maret 2018, menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sebesar +/- 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner. 

Sebelumnya, satu bulan lalu, hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) mencatat, tingkat elektabilitas Hasanah, dengan pertanyaan terbuka, hanya 6,2 persen.

Begitupula, dalam pertanyaan tertutup, Hasanah hanya mendapat angka 8,9 persen.

Editor: Eroby JF


500
komentar (0)