logo rilis
Suropati: Usut Dalang Tragedi Pembagian Sembako di Monas
Kontributor
Yayat R Cipasang
01 Mei 2018, 18:34 WIB
 Suropati: Usut Dalang Tragedi Pembagian Sembako di Monas
Taman Monas rusak parah usai pembagian sembako. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Aktivis Solidaritas untuk Pergerakan Aktivis Indonesia (Suropati) Aditya Iskandar meminta kepolisian mengusut dan meminta pertanggugjawaban dalang di alik pembagian bahan pkok di Monas. Acara yag digagas Forum Untukmu Indonesia di Monas, Sabtu (28/4/2018), mengakibatkan dua orang meninggal terijak-ijak.

"Mereka meninggal lantaran berdesakan mengantre untuk mendapatkan sembako. Diduga kuat, acara bagi-bagi sembako tersebut dikemas dalam acara Festival Kebudayaan untuk kepentingan berbau politik jelang Pilpres 2019," kata Aditya Iskandar dalam siara pers yag diterima rilis.id, Selasa (1/5).

Kedua korban bernama Mahesa Junaedi (12 tahun) dan M Rizky Saputra (10 tahun), warga Pademangan Barat RT 04/01 dan RT 04/12. Keduaya ditemukan dalam keadaan pingsan dan sempat dibawa ke rumah sakit. Dugaan kuat korban kehabisan oksigen. Korban akhirnya meninggal di RSUD Tarakan, Gambir, Jakarta Pusat.

Menurut Aditya, Forum Untukmu Indonesia merupakan tim sukses Jokowi-JK pada Pilpres 2014 lalu. Dave Revano merupakan ketua fasilitator Forum Relawan Jokowi (ForJokowi).

"Kami sangat prihatin dan memprotes keras atas kejadian Festival Budaya di Monas yang telah memakan korban jiwa akibat keteledoran panitia. Banyak kesalahan dan pelanggaran aturan dalam acara tersebut yang diduga ada motif politik jelang Pilpres 2019," kata Aditya.

Meurut Aditya, Festival Keudayaa sagat fatal karea menggunakan logo Pemprov DKI tanpa izin karena acara ini bukanlah acara resmi Pemprov DKI. "Hal ini jelas melanggar Perda dan hukum pidana," ujarya.

Dalam kesepakata awal, kata Aditya, bagi-bagi sembako tidak disetujui oleh pihak Pemprov DKI. "Ini dapat dilihat bila merujuk pada fungsi dan penggunaan Monas sebagai fasilitas umum. Kebersihan taman, prasarana dan kegiatan di sekeliling area Monas yang seharusnya menjadi tanggungjawab panitia penyelenggara acara bagi-bagi sembako juga dilanggar," ujarya.

"Kami akan membawa kasus ini ke Komnas HAM dan pihak kepolisian untuk menginvestigasi secara mendalam atas 'Tragedi Bagi-bagi Sembako Monas' sehingga dapat terkuak maksud dan tujuan bagi-bagi sembako serta para pihak yang harus bertanggungjawab," ujarya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)