Home » Peristiwa » Nasional

Surat Setya Novanto ke Jokowi: Saya Mohon...

print this page Kamis, 7/12/2017 | 20:54

Setya Novanto mengenakan rompi tahanan oranye memasuki Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta, Kamis (23/11/2017). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Sebuah surat yang diduga dikirim Setya Novanto ke Jokowi, beredar di kalangan pewarta. Surat itu berisikan curahan hati Novanto atas kasus yang menjeratnya. 

Dalam surat bertanggal 5 Desember 2017, Novanto membeberkan, peristiwa yang menimpanya bermula dari keputusan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019. Karena itu, ia meyakini ujung dari peristiwa kriminalisasi tersebut adalah menggagalkan kepemimpinan Jokowi saat ini, maupun di masa yang akan datang. Selengkapnya berikut ini:

Kepada YTH
Bapak Prised Joko Widodo
Di Jakarta

Salam Hormat,

Semoga Bapak dalam keadaan sehat dan selalu diberikan kekuatan serta perlindungan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa untuk menjalankan amanah memimpin negeri ini.

Pertama, Di bawah kepemimpinan saya, keputusan Partai Golkar untuk mendukung Bapak sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, adalah keputusan sah dan dilakukan dalam forum yang sah, sebagai keputusan resmi organisasi. Meskipun memang ada segelintir pihak tertentu yang tidak suka partai Golkar mencalonkan bapak kembali sebagai Presiden Republik Indonesia.

Kedua, Di bawah kepemimpinan saya, DPR RI telah berusaha memberikan dukungan pada berbagai program pemerintah, meskipun tidak mudah menyatukan Pimpinan dan Anggota Parlemen. Namun demikian, saya telah berusaha sekuat tenaga sebagaimana komitmen untuk mendukung program Bapak, demi kelancaran proses kepemimpinan saat ini dan di masa yang akan datang.

Ketiga, Dikarenakan usaha itulah saya mengalami kriminalisasi seperti sekarang. Kasus ini terjadi tahun 2010, tetapi diungkap kembali atas rekayasa kolompok tertentu dengan menggunakan KPK.

Keempat, Saya mohon perhatian Bapak Presiden, sesungguhnya peristiwa yang menimpa diri saya ini, bermuara pada keputusan dukung-mendukung Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2019. Oleh sebab itu, dapat diyakini bahwa ujung dari peristiwa kriminalisasi ini adalah untuk menggagalkan kepemimpinan Bapak sekarang maupun di masa yang akan datang.

Demikian disampaikan kepada Bapak Presiden dan sebagai warga masyarakat yang telah menjadi korban kriminalisasi atas rekayasa kolompok tertentu, saya mohon doa dan perlindungan hukum dari Bapak Presiden selaku Panglima Tertinggi dalam penegakan hukum di negara yang kita cintai.

Hormat Saya,
Drs. Setya Novanto, Ak. MM

Menanggapi surat tersebut, kuasa hukum Setya Novanto, Freidrich Yunadi, mengaku tidak tahu menahu. Ia menduga, surat itu palsu.

"Saya tidak tahu karena beliau (Setya Novanto) tidak cerita apa-apa. Jangan-jangan surat itu palsu. Terakhir bertemu Pak Setya Novanto jam 15.00 dan tidak cerita apa pun," kata Fredrich di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Penulis Ning Triasih

Tags:

Setya NovantoKPKe-KTPJokowi