logo rilis
Supaya Terhindar Skimming, Ini Caranya...
Kontributor
Ainul Ghurri
21 Maret 2018, 10:27 WIB
Supaya Terhindar Skimming, Ini Caranya...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Kasus kejahatan skimming bukan hal asing lagi. Dari 5.500 kasus skimming di dunia, sepertiga atau sekitar 1.500 kasus terjadi di Indonesia. Artinya, Indonesia termasuk kejahatan yang paling besar dalam kasus skimming.

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara membagi tips untuk menghindari skimming bagi para nasabah.

"Rutin mengganti PIN, kalau bisa nomor PIN bukan tanggal lahir melainkan nomor random yang sulit ditebak. Karena kita tahu sendiri bahwa himbauan untuk lakukan penggantian PIN atau cara preventif lainnya (dari pihak bank) belum seluruhnya berjalan," katanya saat dikonfirmasi rilis.id Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Kemudian, setiap kali ke mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), para nasabah diharapkan memeriksa, adakah kejanggalan dari mesin ATM misalnya spy cam (kamera pengintai), atau keypad tambahan di mesin ATM.

Selain itu, para nasabah juga harus curiga ketika melihat ada bekas tempelan lem di mesin ATM. Biasanya, kata Bhima, alat skimming ditempel dengan lem. 

"Jika ada yang mencurigakan bisa lapor ke hotline bank yang bersangkutan," ujarnya.

Bhima menyarankan, bagi nasabah yang pernah mengalami kebobolan, bisa mengadu bukan hanya ke bank untuk minta ganti rugi tapi juga ke pihak kepolisian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

"Diharapkan ada tindakan cepat dari aparat penegak hukum dan perbankan. Untuk OJK bagi bank yang sering terkena fraud skimming harus memberi sanksi tegas. Misalnya dilarang untuk menerbitkan kartu ATM baru," pungkasnya.

Editor: Elvi R


500
komentar (0)