logo rilis

Sumbar Dorong Pemanfaatan Lahan Marginal
Kontributor

23 April 2018, 18:33 WIB
Sumbar Dorong Pemanfaatan Lahan Marginal
Panen raya jagung yang digelar Gempita Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Minggu (22/4/2018). FOTO: Gempita

RILIS.ID, Lumapuluh Kota— Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mendorong lahan marginal di wilayahnya digunakan untuk pertanian. Hal itu, dianggap sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan.

"Supaya menghasilkan nilai ekonomi, sehingga akan membantu perekonomian keluarga," ujarnya sela panen raya jagung di lahan Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Limapuluh Kota, Minggu (22/4/2018).

Di sisi lain, Irwan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Korem 032/WBR, lantaran terus mendukung program ketahanan pangan di Sumbar. Apresiasi turut diberikan kepada Gempita setempat.

"Kita sa??ngat bangga dan mendukung anak-anak muda yang mau bertani," ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. Irwan lantas berharap, pihak perbankan bersedia memberikan bantuan modal kepada Gempita.

Sementara, Danrem 032/Wirabraja, Brigjen Mirza Agus, menyatakan, pihaknya siap mendukung ketahanan pangan di Sumbar. Dia juga mengajak semua unsur masyarakat Sumbar bekerja sama di sektor pertanian.

Sedangkan Korwil Gempita Limapuluh Kota, Hendra, mengungkapkan, merasa terbantu dengan Program Jagungkan Lahan Tidur Sumbar. "Dan berterima kasih kepada Bapak Danrem atas bantuannya," tambahnya.

Katanya, Gempita Limapuluh Kota menggarap lahan di empat titik. Perinciannya, di Padang Kandi seluas 125 hektare, Talago Tujuah Koto 12 hektare, di Buluah Kasok 30 hektar, serta Taram 25 hektare.

Hendra menambahkan, lahan Gempita di Buluah Kasok bakal dijadikan lokasi agrowisata. Karenanya, di lokasi itu akan ditanami durian, jeruk, dan manggis. Bahkan, juga bakal mendirikan kios dan membuat pupuk organik.

"Yang menjadi kendala Gempita Limapuluh Kota saat ini, adalah permasalahan bibit dan pupuk. Untuk itu, kami akan mendirikan kios dan membuat pupuk organik sendiri," terangnya.

Pada kesempatan sama, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, berharap, kegiatan tersebut turut mewujudkan program-program pertanian yang ditargetkan. Di antaranya, penanaman jagung 17 ribu hektare, padi gogo 16 ribu hektare, serta kedelai 14 ribu hektare.

Ferizal pun ingin program Gempita memenuhi kebutuhan jagung di Limapuluh Kota. Daerah setempat membutuhkan 180 ton jagung per hari untuk pakan ternak.

"Kita belum mampu memenuhi jumlah tersebut. Sehingga, masih dipasok dari daerah lain. Mudah-mudahan dengan adanya Gempita, bisa menjawab itu semua," pungkasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)