logo rilis
Sukses Ekspor Jagung, Petani NTB Dibanjiri Pujian
Kontributor
Intan Nirmala Sari
20 Maret 2018, 18:02 WIB
Sukses Ekspor Jagung, Petani NTB Dibanjiri Pujian
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Hari ini Kepala BPTP Balitbangtan Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadiri acara pelepasan ekspor jagung dari Kabupaten Sumbawa ke Filipina oleh Menteri Pertanian (Mentan), yang diwakili Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan RI bersama Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi. Selain pelepasan ekspor jagung, dilakukan juga penandatanganan pencanangan Gerakan Masyarakat Jagung Integrasi Sapi (GEMAPIJI). Pelepasan ekspor jagung dilakukan di Pelabuhan Badas Kabupaten Sumbawa, diawali dengan penyerahan sertifikat kelayakan ekspor oleh Kepala Balai  Karantina Klas I Sumbawa.

Ekspor jagung kloter pertama sebanyak 11.500 ton dari target Kabupaten Sumbawa sebanyak 100 ribu ton dan target NTB 300 ribu ton. Dalam pidato sambutannya, gubernur menyampaikan terimakasih kepada seluruh petani NTB, khususnya di Sumbawa, karena telah bersungguh-sungguh menyukseskan peningkatan produksi jagung nasional, sehingga bisa mencapai ekspor. Selain itu, gubernur juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, diantaranya Kementan dan jajarannya, TNI, dan semua yang membantu pendampingan usaha dalam meningkatkan produktivitas komoditas jagung. Gubernur juga berterima kasih kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah me-support pembiayaan dan permodalan jagung.

"Peningkatan produktivitas ini juga diikuti dengan peningkatan kesejahteraan hidup petani, di mana hasil penjualan jagung telah memberikan keuntungan karena petani dapat menjual dengan harga di atas HPP, serta input biaya produksi yang seminimal mungkin," ungkap Gubernur NTB.

Selanjutnya, Gubernur juga berharap distribusi pupuk kepada petani bisa tepat waktu untuk melancarkan usaha petani yang sudah bersungguh-sungguh dalam melakukan kegiatan budidaya jagung. Harga pembelian jagung yang ditetapkan pemerintah adalah Rp3.150 per kilogram, sedangkan harga pembelian oleh perusahaan pengekspor adalah Rp3.200 per kilogram. Gubernur berharap, harga ini dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan lagi untuk mendorong kesejahteraan petani, khususnya di Sumbawa.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi  juga menyampaikan hal serupa kepada petani yang telah sukses menanam jagung, bahkan biasanya petani hanya menanam sekali setahun, kali ini justru akan menanam tiga kali setahun.

Lewat Agung, Mentan juga menyampaikan selamat kepada bupati Kabupaten Sumbawa sebagai kabupaten ketiga yang telah sukses mengekspor jagung ke luar negeri yang mana Daerah pertama yang mengekspor adalah Gorontalo yang dilanjutkan oleh Sulawesi Selatan dan sekarang adalah Kabupaten Sumbawa, NTB.

Bapak menteri juga menyampaikan apresiasinya kepada Provinsi NTB yang telah masuk ranking ke-5 sebagai provinsi besar penghasil komoditas jagung

 Isi sambutannya juga menyampaikan bahwa saatnya kita memikirkan nasib petani kita bahwa penetapan harga pembelian pemerintah agar dapat benar-benar ditaati atau bahkan bisa membeli di atas harga pembelian pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang telah bersusah payah meningkatkan produksi.

Sumber: Rahmatulaila/Balitbangtan


500
komentar (0)