logo rilis
Sudah Lama Diam, Fahri Hamzah Minta Prabowo Buka Suara soal Tim Mawar
Kontributor
Nailin In Saroh
13 Juni 2019, 10:15 WIB
Sudah Lama Diam, Fahri Hamzah Minta Prabowo Buka Suara soal Tim Mawar
Prabowo Subianto

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi informasi terkait kisah Tim Mawar yang dikaitkan dengan penculikan aktivis 1998 yang kembali muncul di tengah publik. Majalah Tempo menurunkan laporan mengenai dugaan keterlibatan mantan anggota Tim Mawar dalam kerusuhan di Jakarta pada 22 Mei.

Terkait hal itu, Fahri berharap Prabowo Subianto mengungkapkan secara gamblang mengenai peristiwa penculikan aktivis 1998 yang selama ini dituduhkan kepada mantan Danjen Kopassus itu. Menurutnya, sudah saatnya Capres 01 itu bersuara terkait kejadian masa lalu tersebut.

"Kalau saya jadi Pak Prabowo, ini waktunya bicara. Sudah cukup 21 tahun diam soal-soal yang dituduhkan kepadanya. Undang media, buka semua kejadian di masa lalu. Agar publik mendapat pencerahan dari prinsip liput kedua sisi (cover both side). Ini PR Pak prabowo," ujar Fahri di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Apalagi, kata dia, kisah Tim Mawar yang kembali diangkat oleh media menjelang sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) membuat publik tidak dapat membaca semua sisi dari Prabowo. Padahal, menurut Fahri, Prabowo adalah figur penting dan menentukan perjalanan bangsa ke depan. 

"Sebaiknya dibuka sekarang. Undang seluruh media dalam dan luar," kata Fahri. 

Selain Prabowo, Fahri juga meminta tokoh yang dianggap sebagai korban penculikan seperti Andie Arief, Pius Lustrilanang, Desmond J Mahesa juga mengungkap pengalamannya.

Menurut Fahri, publik perlu mendengar langsung dari Prabowo, orang yang selama ini paling banyak difitnah. "Menurut saya ini waktunya," tegasnya. 

Fahri menilai beban bangsa ini akan semakin banyak apabila terlalu banyak misteri yang tersimpan dari masa lalu. Karena itu, Prabowo mendapat tugas mulia untuj mengurangi beban masa lalu bangsa agar sejarah negeri ini lebih bersih. 

"Biar sejarah TNI lebih terang. Ini semua demi bangsa," tuturnya.

Fahri mengaku sering mendengar Prabowo akan menerbitkan buku tentang peristiwa 1998, namun wacana itu urung terlaksana. Alasannya, Prabowo ingin 'menelan semua salah lembaga'. Tetapi kata dia, itu tidak lah adil.

"Bukan saja untuk Pak Prabowo tapi bagi sejarah bangsa kita. Bagi generasi mendatang. Kita sudah makin dewasa kok sekarang," kata inisiator Garbi ini. 

Apabila menjadi Prabowo, sambung Fahri, dirinya akan menceritakan semua yang terjadi. Termasuk menyebut dan menjelaskan nama-nama yang terlibat kala itu. 

"Biarlah publik yang menilai. Tidak Peduli ada pengadilan baru. Karena yang penting adalah bicara satu sisi yang belum pernah, dikatakan. Itu saja," tukasnya. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID