logo rilis

Suap PLTU Riau, KPK Dalami Peran Sofyan Basir
Kontributor
Tari Oktaviani
20 Juli 2018, 20:45 WIB
Suap PLTU Riau, KPK Dalami Peran Sofyan Basir
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik peran Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir dalam kasus suap proyek PLTU Riau 1. 

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan salah satu peran yang ditelisik yakni soal peran dan arahan Sofyan terkait penunjukkan langsung perusahaan Blackgold Resources Limited menjadi penggarap proyek PLTU Riau-1.

"Dalam kapasitas saksi sebagai Dirut PLN, penyidik juga mendalami peran dan arahan saksi dalam hal penunjukkan Blackgold," ucap Febri di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Selain itu, penyidik juga mencium adanya sejumlah pertemuan antara Sofyan dengan tersangka pemilik saham Blackgold Resources Limited, Johannes Kotjo dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih.

"Penyidik mendalami pertemuan-pertemuan yang diduga dilakukan oleh saksi dengan tersangka," kata Febri.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Eni dan Johanes sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1. 

Eni diduga telah menerima suap sebanyak Rp4,8 miliar untuk memuluskan perusahaan milik Johannes yakni Blackgold Natural Resources Limited menggarap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Atas perbuatannya, Eni selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP juncto 64 ayat (1) KUHP.

Sementara Johannes selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.‎
 

Editor: Kurnia Syahdan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)