logo rilis

Suap Pilkada Garut, KPU Jabar : Berat dan Memukul
Kontributor

27 Februari 2018, 05:05 WIB
Suap Pilkada Garut, KPU Jabar : Berat dan Memukul
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Bandung— Terungkapnya kasus suap tahapan Pilkada serentak di Kabupaten Garut, yang melibatkan Ketua Panwaslu dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) semakin memperkuat citra negatif institusi. Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat menjelaskan, kasus tersebut dipastikan merugikan institusi, mengingat sebelumnya sudah mendeklarasikan komitmen melawan politik uang.

"Ini sangat berat, memukul kami. Saya berterima kasih, ini sangat investasi luar biasa terhadap proses demokrasi khususnya di Garut," ujar Yayat di Mapolda Jawa Barat (Jabar) Bandung, Senin (26/2/2018).

Pihaknya berharap, kasus tersebut menjadi pembelajaran dan pendewasaan seluruh pihak dalam menciptakan Pilkada yang aman dan bersih. Bahkan, KPU sudah menetapkan untuk memberhentikan Ade Sudrajat dari komisioner.

"Saya kira sudah menyelamatkan demokrasi lokal dari para pembajak yang ingin meraup keuntungan. Ini luar biasa, ini nilainya luar biasa," katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Jawa Barat Harminos Koto menambahkan, pihaknya sanga mendukung dengan penegakan oleh aparat di Garut. Bahkan, Bawaslu akan memberhentikan Heri Hasan Bahri dari jabatan Ketua Bawaslu Jabar.

"Hari ini juga, saya ke DKPP untuk mengantarkan (surat) pemberhentian karena ini sudah ikrar kita terkait money politik, baik penyelenggara maupun peserta pemilu," tegasnya.

Bahkan, Bawaslu berharap Polda Jabar mengusut tuntas dengan mengungkap siapa aktor utama baik di pihak Penyelenggara maupun peserta Pilkada.

"Seluruh proses tahapan yang di Garut tidak terpengaruh Panwas kita. Silahkan Pak Kapolda, kita bersihkan sebersihnya, baik penyelenggara maupun yang memberi," katanya.

Seperti diketahui, Polda Jabar menetapkan Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri sebagai tersangka suap dalam proses penetapan pasangan calon Pilkada Kabupaten Garut 2018.

Selain Heri, polisi menetapkan komisioner KPUD Kabupaten Garut Ade Sudrajat sebagai tersangka karena ikut terlibat. Mereka telah menerima uang sejumlah Rp110 juta, dan satu unit mobil dari anggota tim sukses pasangan independen Soni Sondani-Usep Nurdin, Didin Wahyudin.

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID