logo rilis
Suap di BPK, Mantan Auditor Dituntut 9 Tahun Penjara
Kontributor
Tari Oktaviani
14 Mei 2018, 17:26 WIB
Suap di BPK, Mantan Auditor Dituntut 9 Tahun Penjara
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sigit Yugoharto dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum KPK selama 9 tahun penjara. Tak hanya itu saja, Sigit juga diminta membayar denda sebanyak Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri memandang, Sigit terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap berupa motor Harley Davidson senilai Rp115 juta dari GM PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Setia Budi.

"Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa Sigit Yugoharto secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata jaksa Ali Fikri di pengadilam tindak pidana korupsi, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Dalam tuntutannya, jaksa mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan karema Sigit tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan menyalahgunakan wewenangnya sebagai auditor BPK.

Sedangkan hal yang meringankannya, yaitu ia belum pernah dihukum dan berlaku sopan selama persidangan.

Dalam kasus ini, Sigit didakwa menerima suap berupa Motor Harley Davidson senilai Rp115 juta dan fasilitas hiburan malam sebanyak dua kali. Pertama dilakukan Janudin dari PT Giendra Putra yang membayar biaya hiburan di Havana Spa & karaoke, Bandung, Rp41.721.200. Lalu hiburan kedua dibiayai oleh Setia Budi dan Sucandra selaku Deputi GM Maintenance dan Service Management PT Jasa Marga Cabang CTC.

Sigit didakwa melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Editor: Eroby JF


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)