logo rilis
Suami Dian Sastro pun Acuhkan Panggilan KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
27 Maret 2018, 19:27 WIB
Suami Dian Sastro pun Acuhkan Panggilan KPK
Dian Santo dan sang suami. FOTO: Instagram/@therealdisastr

RILIS.ID, Jakarta— Suami aktris Dian Sastrowardoyo, Maulana Indraguna Sutowo, mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (27/3/2018). Dia tak hadir tanpa keterangan.

"Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Maulana Indraguna Sutowo, hingga sore ini penyidik belum memperoleh konfirmasi terkait alasan ketidakhadiran saksi," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, beberapa saat lalu.

Maulana ikut terseret kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero). Dia sedianya menjadi saksi untuk mantan Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar (ESA) yang menyandang status tersangka pada kasus itu.

Menurut Febri, penyidik ingin mendalami PT MRA. Soalnya, salah satu pendirinya, Soetikno Soedarjo, kini menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

"Akan dilihat lebih jauh mekanisme di MRA. Misalnya, pendirian MRA, posisi saksi, dan posisi tersangka saat itu," terangnya.

Baca: Suami Dian Sastro Terseret Kasus Korupsi Garuda

Sebagai informasi, mertua Dian, Adiguna Sutowo, juga dipanggil KPK, 20 Maret. Namun, mangkir dari panggilan penyidik dan tanpa keterangan.

Dalam kasus ini, Emirsyah Satar dan Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Grup Soetikno Soedardjo selaku beneficial owner connaught intenational ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya disinyalir melakukan tindak pidana korupsi dengan Rolls Royce dan Airbus terkait pengadaan mesin dan pesawat untuk PT Garuda Indonesia.

Emirsyah diduga menerima suap dari Soetikno dalam bentuk uang dan barang dari Rolls Royce. Emiryah Satar diduga menerima 1,2 juta Euro dan US$180 ribu atau setara Rp20 miliar. Sedangkan barang yang diterima senilai US$2 juta, tersebar di Singapura dan Indonesia.

KPK: Ada Peluang TPPU di Kasus Garuda

Atas dugaan itu, Emirsyah sebagai penerima suap disangkakan Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sedangkan Soetikno selaku pemberi suap, dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Editor: Fatah H Sidik


500
komentar (0)