logo rilis

Stok Menipis, Harga Cabai di Ternate Meroket
Kontributor
Kurnia Syahdan
17 April 2018, 11:16 WIB
Stok Menipis, Harga Cabai di Ternate Meroket
Ilustrasi cabai merah. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Ternate— Harga cabai nona dan cabai keriting di Ternate, Maluku Utara (Malut) pada pekan ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan akhir pekan lalu, menyusul menipisnya stok di tingkat pedagang.

"Pasokan cabai nona dan cabai keriting dari Sulawesi Utara dan Halmahera yang masuk Ternate tidak banyak, sehingga stok yang dimiliki pedagang sangat terbatas," kata Hamdan, salah seorang pedagang di Pasar Barito Ternate, Selasa (17/4/2018).

Harga cabai nona yang pada akir pekan lalu Rp40.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp60.000 per kilogram.

Sedangkan cabai keriting naik dari Rp20.000 per kilogram, menjadi Rp30.000 per kilogram.

Ia mengatakan, jika pasokan kedua jenis bumbu masak itu masih terbatas maka dipastikan harganya akan terus naik.

Bahkan, tidak tertutup kemungkinan, khusus untuk cabai nona bisa mencapai angka di atas Rp80.000 per kilogram, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu ketika pasokan terbatas.

Sedangkan harga bawang merah dan bawang putih pada pekan ini, bertahan jika dibandingkan dengan pekan lalu masing-masing Rp60.000 per kilogram dan Rp50.000 per kilogram.

Demikian pula harga tomat bertahan diangka Rp15.000 per kilogram.

Menurut Hamdan, walaupun harga bawang merah dan bawang putih itu bertahan, namun tetap tinggi jika dibandingkan dengan harga normalnya yang biasanya Rp40.000 per kilogram, karena dipengaruhi naiknya harga dari daerah asal.

Sementara itu, harga sayuran lainnya tetap stabil seperti kol Rp10.000 per kilogram dan kentang serta wortel masing-masing bertahan di angka Rp15.000 per kilogram.

Konsumen di Ternate berharap kepada instansi terkait, untuk melakukan pengawasan terhadap harga di pasaran setempat karena naiknya harga sejumlah komunitas seperti cabai nona dan cabai keriting tersebut tidak tertutup kemungkinan, akibat ulah para spekulan yang sengaja menyembunyikan stoknya.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)