logo rilis
Stok Gula Langka di Pasar, PKS Minta Jokowi tak Hanya Fokus Pindah Ibu Kota
Kontributor
Nailin In Saroh
17 Februari 2020, 17:00 WIB
Stok Gula Langka di Pasar, PKS Minta Jokowi tak Hanya Fokus Pindah Ibu Kota
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin menanggapi masalah kelangkaan gula pasir di pasar dan sejumlah retail. Menurutnya, ada indikasi permainan mafia menjelang bulan Ramadhan dan lebaran karena pasti terjadi peningkatan permintaan.  

"Bisa jadi ada yang nimbun untuk ambil untung besar karena pasokan gula berkurang baik produksi dalam negeri maupun gula impor," ujar Andi kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Bahkan, lanjutnya, komoditas gula tahun 2020 dianalisa akan terjadi defisit gula konsumsi jika tidak ada tambahan dari impor. Pemicu utamanya akibat ratio stok/konsumsi masih relatif tinggi yang diperkirakan sebesar 89,062 juta ton (50,45 persen dari konsumsi total). 

Karenanya, Andi menyarankan kepada pemerintah menurunkan Satgas Pangan dengan menindak tegas mafia atau spekulan yang nakal. "Ini perlu dilakukan agar langkanya gula di pasar tidak sempat terjadi dan gejolak harga dapat dikendalikan," tegas Andi.

Legislator asal Sulawesi Selatan ini juga mengingatkan Presiden Jokowi untuk turun tangan terkait banyaknya kasus penimbunan bahan pangan, seperti gula pasir dan bawang putih serta bahan pokoknya lainnya. Sebab menurut Andi, sebagai pimpinan tertinggi negara sangat mudah mengendalikan persoalan lapangan jika mau. 

"Saya menyarankan pada bapak Presiden Negara Republik Indonesia agar jangan hanya mendengar orang di sekitarnya saja, tapi juga mendengar dari berbagai kalangan. Jangan hanya 'Asal Bapak Senang'. Kalau sudah kejadian barang komoditas pangan langka dan atau mahal, maka yang sengsara adalah rakyat kecil," sindirnya.

Politisi PKS ini pun menilai, Presiden RI hanya terfokus pada rencana pemindahan Ibu Kota Negara. Akibatnya, ketika terjadi persoalan pada masyarakat, pemerintah kurang sensitif. 

Presiden RI, menurut Andi, juga perlu menambah konsentrasinya untuk memikirkan bagaimana supaya harga sembilan bahan pokok tetap stabil.

"Presiden Jokowi jangan konsen kepada pemindahan Ibu Kota Negara saja, tapi juga bisa menjaga harga pangan tetap stabil," tutupnya.

Sebagai informasi, ada kelangkaan gula pasir di pasar karena stok gula yang sedikit dan harga naik. Kondisi ini membuat masyarakat khawatir karena bukan hanya harga yang naik tapi pembelian pun dibatasi. Kini harga gula pasir sudah diatas HET yang Rp12.500/kg, tetapi sudah Rp13.000-14.000/kg.

Tak hanya di Jakarta, di berbagai daerah juga demikian. Sejak hampir dua pekan ini, sejumlah konsumen, khususnya di Bandar Lampung, mengeluhkan kesulitan mencari gula pasir, baik di supermarket modern maupun minimarket.

Bahkan di pasar tradisional, gula pasir kemasan dan bermerek seolah menghilang, alias kosong. Sementara di pasaran, ada gula curah, namun harganya juga sudah melesat Rp14 ribu hingga Rp15 ribu /Kg.  




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID