logo rilis
Stok Elpiji Ditambah, Tapi Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
07 Juni 2018, 12:35 WIB
Stok Elpiji Ditambah, Tapi Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan
Ilustrasi di pangkalan gas elpiji. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi VII DPR, Andi Yulianis Paris, meminta pemerintah memberikan sanksi tegas kepada agen-agen elpiji nakal. Ini dilakukan supaya dapat mencegah kelangkaan elpiji bersubsidi di berbagai daerah pada Lebaran 2018.

Menurut dia, salah satu hal yang dicemaskan adalah konsumsi elpiji akan meningkat baik selama masa Lebaran. Untuk itu, PT Pertamina (Persero) diharapkan betul-betul mengawasi agen.

"Karena kasihan rakyat yang seharusnya mendapatkan elpiji subsidi tidak mendapatkannya," kata Andi di Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Ia juga menginginkan, pemerintah benar-benar memperhatikan stok elpiji tiga kilogram agar tidak terjadi kelangkaan menjelang Lebaran atau momen penting lain.

Menurut dia, setiap tahun di berbagai daerah selalu terjadi kelangkaan elpiji, entah karena barangnya benar-benar tidak ada atau karena distribusinya tidak tepat sasaran.

Ia berpendapat kelangkaan elpiji bersubsidi tersebut kerap menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat. Karena di tingkat penyalur pertama, yaitu stasiun pengisian elpiji tidak kekurangan stok, begitu pula di pangkalan besar.

"Namun, di tingkat pangkalan atau eceran ternyata ada kelangkaan," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Rini M Soemarno, mengatakan pemerintah terus memantau dan memastikan ketersediaan BBM dan elpiji bagi masyarakat, cukup selama Ramadhan dan Lebaran 2018.

Pertamina juga dilaporkan telah mengantisipasi puncak atau lonjakan kebutuhan elpiji selama Ramadhan dan Lebaran 2018 sebesar 17 persen dari kondisi normal.

Vice President Gas Domestik Pertamina, Kusnendar, sempat mengatakan bahwa pihaknya memproyeksi akan ada kenaikan permintaan elpiji. Puncaknya terjadi pada H-7 Lebaran mencapai 27.000 metrik ton dari kondisi normal 23.124 metrik ton.

Menurut dia, Pertamina pada masa Satgas Lebaran menambah stok dan penyaluran elpiji sebanyak empat persen dari kondisi normal 23.124 metrik ton menjadi 24.113 metrik ton.

Pengalaman 2017, kenaikan permintaan elpiji rata-rata pada Ramadhan dan Lebaran mencapai tiga persen, namun sebagai antisipasi, sudag ada penambahan pasokan empat persen dari biasanya.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)