logo rilis
Stok Cabai Jelang Ramadan-Lebaran Diyakini Aman
Kontributor
Fatah H Sidik
27 Maret 2018, 14:16 WIB
Stok Cabai Jelang Ramadan-Lebaran Diyakini Aman
Tim Ditjen Hortikultura Kementan saat panen raya cabai di Desa Cisurupan, Kecamatan Cisurupan, Garut, Jabar, Selasa (6/3/2018). FOTO: Ditjen Hortikultura Kementan

RILIS.ID, Magelang— Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi, memastikan pasokan cabai ke DKI Jakarta aman menjelang Ramadan hingga Idul Fitri. Hal tersebut berdasarkan hasil pantauan langsung di sentra produksi.

Soalnya, produksi cabai di Magelang dan Temanggung siap memasok pada Mei-Juni 2018 sebesar 20 ton per hari. Sementara Boyolali, bakal memasok 5-10 ton per hari. Itu, belum dari wilayah lain di Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Wilayah yang akan memasok cabai ke DKI, yaitu 17 kabupaten tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan produksi cukup aman. Bahkan, berlebih untuk memenuhi kebutuhan DKI pada Mei-Juni 2018 untuk cabai rawit sekitar 2,738 ton dan cabai merah 3.252 ton," ujarnya sela inspeksi di Magelang, Selasa (27/3/2018).

Suwandi menerangkan, pantauan ke lapangan tersebut selaras dengan instruksi Menteri Pertanian. Tujuannya, pasokan cabai, bawang merah, dan lainnya terkendali. "Bahkan, harga harus stabil, minimal sama dengan diraih pada Ramadan dan Idul Fitri 2017," imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Catur Wahyudi, memprediksi produksi cabai rawit di wilayanya pada Mei 2018 sebanyak 15.073 ton dan Juni 29.000 ton. Sedangkan cabai besar, Mei 17.392 ton dan Juni 20.173 ton. "Berarti, surplus memenuhi kebutuhan konsumsi di Jawa Tengah," terangnya.

Katanya, tata kelola cabai dibangun dengan pola kemitraan petani dengan rumah makan, produsen bubuk cabai, produsen sambal, hingga langsung ke konsumen via Toko Tani. Petani tersebut di bawah koordinasi petani andalan (champion).

"Sudah ada 50 champion di 17 kabupaten. Di antaranya, 12 champion ada di Jawa Tengah. Para champion menjual cabai dari petani langsung ke pasar dan horeka (hotel, restoran, dan katering). Sehingga, bisa memotong 3-4 rantai pasok," beber Catur.

Di sisi lain, petani champion Magelang, Tunov Mondro Atmojo, mengungkapkan, pertanaman cabai di Magelang mencapai 6.600 hektare. Biasanya dipasok ke Pasar Induk Kramatjati dan ke 90 restoran di DKI hingga Bali sebesar 0,5 ton per hari.

Harga umumnya mengikuti pasar. Bila jatuh, restoran memberi harga minimal Rp15 ribu per kilogram. Direncanakan petani cabai Magelang akan ekspor ke Malaysia, Agustus 2018.

"Kami sanggup memasok 20 persen dari seluruh kebutuhan DKI. Harga di petani saat ini Rp22.000 sampai Rp25.000 per kilogram. Ini harga bagus. Sementara harga di Pasar Induk Kramatjati Rp31.000,” tandasnya.


500
komentar (0)