logo rilis

Status Waspada, PVMBG: Puncak Merapi Kosong dari Aktivitas Penduduk 
Kontributor
Kurniati
22 Mei 2018, 11:47 WIB
Status Waspada, PVMBG: Puncak Merapi Kosong dari Aktivitas Penduduk 
Gunung Merapi. FOTO: Instagram/@jokowarsito

RILIS.ID, Yogyakarta— Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), meminta agar dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi untuk kosong dari aktivitas penduduk dengan telah dinaikkannya status Gunung Merapi menjadi waspada.

"Masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi juga dimohon untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi, tercatat seminggu terakhir Gunung Merapi mengalami 1 kali gempa vulkanik dan tremor, 12 kali gempa guguran, 3 kali gempa letusan, dan 5 kali gempa tektonik," ujar Kepala PVMBG, Kasbani, di Jakarta, Selasa (22/5).

Status Gunung Merapi dinaikkan dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada) terhitung mulai tanggal 21 Mei 2018 pukul 23:00 WIB.

Gunung api dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut tersebut dilaporkan mengalami erupsi freatik yang terjadi sebanyak 3 kali pada Senin (21/5/2018), yaitu pada pukul 01.25 WIB dengan durasi 19 menit ketinggian kolom erupsi 700 meter, pukul 09.38 WIB dengan durasi 6 menit ketinggian kolom erupsi 1.200 meter dan 17.50 WIB dengan durasi 3 menit namun ketinggian kolom erupsi tidak teramati.

KRB III merupakan kawasan yang rawan terlanda awan panas, aliran lava, guguran batu, lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat. 

Wilayah yang masuk KRB III ini di antaranya Desa Kepuharjo, Glagaharjo, Umbulharjo, Hargobinangun, Purwobinangun, Girikerto di Kabupaten Sleman, Desa Balerante di Kabupaten Klaten, Desa Jrakah di Kabupaten Boyolali dan Desa Nglumut di Kabupaten Magelang.

Kasbani juga mengimbau, agar kegiatan pendakian untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. 

"Secara rutin tim PVMBG akan melaporkan setiap perkembangan aktivitas Gunung Merapi. Masyarakat agar tetap tenang dan jangan terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya," tutur Kasbani.

Terkait peningkatan tingkat aktivitas Gunung Merapi ini, warga sekitar diharapkan tetap mengikuti arahan pemerintah setempat atau bisa mengikuti perkembangan informasi gunung tersebut melalui aplikasi MAGMA, menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)