logo rilis
Staf Kedubes AS di Cina Diduga Alami Serangan Sonik
Kontributor
Syahrain F.
24 Mei 2018, 12:31 WIB
Staf Kedubes AS di Cina Diduga Alami Serangan Sonik
Konsulat AS di Guangzhou, Cina. FOTO: Dok. Michelle Guo

RILIS.ID, Washington— Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada mengatakan, insiden yang melibatkan pegawai pemerintah AS di Cina "sangat konsisten" dengan dugaan serangan kepada staf diplomatik negara tersebut di Kuba.

Komentar ini mengacu pada dugaan "serangan sonik" misterius yang dialami oleh belasan warga negara Amerika di Kuba, di mana seluruh korbannya merupakan diplomat beserta anggota keluarganya.

Para korban mengaku mengalami beberapa gejala serupa dengan kasus di Kuba, seperti kehilangan pendengaran, vertigo dan disorientasi, terutama setelah mendengar suara dengan nada tinggi.

"Indikasi insiden kali ini sangat mirip dan konsisten dengan indikasi medis yang menimpa warga Amerika yang bekerja di Kuba," kata Pompeo kepada anggota parlemen saat bersaksi di depan Komite Urusan Luar Negeri.

"Kami sedang mencari tahu apa yang terjadi di Havana, dan kini di Cina," imbuh dia.

Seorang staf yang bekerja di kantor konsulat AS di Guangzhou, Cina, mengaku mengalami gejala beragam sejak akhir 2017 sampai April 2018.

Setelah dilakukan pemeriksaan, gejala yang dialami "mirip dengan yang terlihat pada pasien dengan gegar otak atau cidera otak ringan", terang Kementerian Luar Negeri AS kepada kantor berita kepada Anadolu Agency.

Kementerian akan mengirimkan tim medis ke Guangzhou di awal pekan depan untuk melakukan serangkaian tes pada semua pegawai konsulat yang meminta evaluasi, kata juru bicara Heather Nauert melalui pernyataan.

"Pemerintah Cina meyakinkan kami bahwa mereka juga menyelidiki dan melakukan tindakan yang diperlukan," ujar Nauert.

AS menarik sebagian besar staf diplomatik mereka di Kuba setelah insiden yang terjadi pada 2016 tersebut, meninggalkan hanya beberapa personel di negara itu setelah hubungan Washington dan Havana memburuk.

Kuba menyangkal keras keterlibatan mereka, sementara AS terus menyelidiki insiden yang masih misterius ini.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)