logo rilis

Sri Mulyani Klaim Utang Negara Terus Turun
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
26 Mei 2018, 17:30 WIB
Sri Mulyani Klaim Utang Negara Terus Turun
FOTO: RILIS.ID/Nailin In Saroh

RILIS.ID, Sukoharjo— Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengeklaim utang Indonesia terus mengalami tren penurunan dari tahun ke tahun. Apalagi menurutnya, pihaknya selalu mengikuti peraturan sesuai dengan undang-undang.

"Sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang keuangan, setiap tahun kita tidak boleh utang lebih dari 3 persen dari total kue ekonomi kita," kata Sri Mulyani pada Kuliah Umum di Kampus IAIN Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (26/5/2018).

Dia menjelaskan, untuk kue ekonomi atau produk domestik bruto di Indonesia saat ini sebesar Rp14.000 triliun. Menurutnya, jika pada tahun sebelumnya utang Indonesia berada pada angka 2,99 persen, tahun lalu turun menjadi 2,55 persen, dan tahun ini kembali turun menjadi 2,19 persen.

"Pemerintah menargetkan pada tahun depan, utang kita bisa turun 2 persen dari angka saat ini," ujarnya.

Masih berdasarkan UU Keuangan, imbuh dia, batas maksimum utang total tidak boleh lebih besar dari 60 persen dari PDB dalam negeri. Oleh karena itu, jika melihat PDB Indonesia sekitar Rp14.000 triliun, batas maksimum utang bisa mencapai Rp8.400 triliun.

"Padahal sekarang utang kita sekitar Rp4.000 triliun," imbuh Sri Mulyani.

Dia sendiri menyayangkan pernyataan mengenai utang negara yang seakan-akan memojokkan pemerintah. Utang itu, tegasnya, bukan keinginan sepihak dari Kementerian Keuangan lantaran sudah diatur dalam undang-undang.

Selama ini, dikatakannya, utang masa lalu Indonesia juga telah dibayarkan tetapi ada pengajuan utang baru. Utang baru tersebut, lanjutnya, adalah dampak dari neraca perdagangan dalam negeri yang mengalami defisit.

"Untuk diketahui, penerimaan negara yang di antaranya berasal dari pajak dan hibah sebesar Rp1.890 triliun, sedangkan untuk kebutuhan belanja negara sekitar Rp2.200 triliun. Pada prinsipnya kita mengalami defisit sekitar Rp325 triliun," paparnya.
 

Sumber: Antara


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)