logo rilis

Spesialis Jantung RS Medika Permata Hijau Ungkap Keanehan Kecelakaan Novanto
Kontributor
Tari Oktaviani
26 April 2018, 13:03 WIB
Spesialis Jantung RS Medika Permata Hijau Ungkap Keanehan Kecelakaan Novanto
Setya Novanto setelah pembacaan vonis di Tipikor. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Dokter spesialis jantung Muhammad Toyyibi menilai, tidak lazim Setya Novanto yang notabennya pasien kecelakaan justru malah diperiksa rekam jantungnya. Menurutnya, biasanya pasien kecelakaan diperiksa oleh dokter spesialis bedah dan patah tulang.

Hal itu dia sampaikan saat menjadi saksi di persidangan untuk terdakwa kasus dugaan merintangi penyidikan e-KTP, Fredrich Yunadi hari ini, Kamis (26/4/2018).

"Tidak lazim. Yang paling lazim dokter bedah, kalau patah tulang itu domainnya ahli bedah," katanya.

Pemeriksaan jantung Setya Novanto olehnya dikatakannya atas dasar permintaan dokter Bimanesh Sutardjo yang juga menjadi terdakwa dalam kasus yang sama. Dia mengatakan, pada tanggal 17 November 2017  dihubungi oleh dokter Bimanesh melalui pesan whatsapp.

"Ada kabar dari dokter Bimanesh, maka saya datang untuk memeriksa SN. Itu dipinta lewat Whatsapp, gambar EKG-nya (rekaman jantung) dikirim ke saya," ujarnya.

Dia mengaku kala itu belum mengetahui, Novanto msuk ke RS Medika Permata Hijau karena kecelakaan. Untuk itu dia bersedia melakukan pemeriksaan jantung. Lalu hasilnya, pemeriksaan jantung Novanto normal.

"Saya memeriksa jantung semuanya normal, sehingga saya tulis di situ pasien normal," paparnya.

Pemeriksaan EKG (elektro kardiogram) dikatakannya bisa mengetahui normal atau tidaknya jantung seseorang dengan cara menempelkan di dada. Sehingga di situlah dokter biasanya mengetahui adanya kegawatan atau tidak.

Namun dia mengatakan, untuk pasien Novanto sendiri kala itu tidak mengalami tanda kegawatan sedikit pun. "Tidak, karena tidak ada kegawatannya sama sekali. Saya lihat EKG-nya tidak ada kegawatan," paparnya.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)