logo rilis
Spanduk 'Jalan Tol Jokowi', Fahira: Itu Namanya Buta Sejarah
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
11 Juni 2018, 20:05 WIB
Spanduk 'Jalan Tol Jokowi', Fahira: Itu Namanya Buta Sejarah
Anggota DPD RI DKI Jakarta, Fahira Idris. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Jakarta— Mudik lebaran tahun ini tidak hanya ramai memperbincangkan kondisi dan kemecetan arus mudik, tetapi juga bertebarannya spanduk ucapan terima kasih terhadap Presiden Jokowi, karena sudah membangun jalan tol untuk dilintasi pemudik.

Bahkan, sampai dinamai "Jalan Tol Pak Jokowi", sembari mengingatkan rakyat yang tidak ingin sang petahana tersebut jadi Presiden dua periode, bahwa mereka sedang menikmati hasil pembangunan pemerintah sekarang.

Anggota DPD RI DKI Jakarta, Fahira Idris, mengungkapkan, rakyat sudah cerdas dan memahami bahwa semua hasil pembangunan infrastruktur termasuk jalan tol yang menggunakan uang rakyat. Tidak perduli siapapun Presidennya.

“Rakyat sudah cerdas. Saya khawatir spanduk-spanduk 'Jalan Tol Pak Jokowi' ini tidak akan menuai simpati, bahkan akan dianggap oleh sebagian besar rakyat sebagai bentuk arogansi," kata Fahira dalam siaran persnya kepada rilis.id pada Senin (11/6/2018).

"Pendukung Jokowi harus lebih cerdas menarik hati rakyat. Model-model kampanye seperti ini kontraproduktif dan merugikan Jokowi," tambah Fahira.

Ia menduga, lahirnya logika-logika pendukung Jokowi yang menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai isu utama agar Jokowi terpilih lagi pada Pemilu 2019, akibat mindset keliru yang ditanamkan.

Cara berpikir bahwa sebelum Jokowi pembangunan infrastruktur Indonesia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sekarang. Inilah yang mengakibatkan lahirnya klaim-klaim sepihak.

Padahal, pembangunan ini juga "melanjutkan" apa yang sudah dicanangkan atau diproyeksikan pemerintah sebelumnya. "Jangan pernah berpikir, Presiden-presiden sebelumnya tidak melakukan apa-apa. Itu namanya buta sejarah," pungkas Ketua Komite III DPD RI ini.


500
komentar (0)