Home » Ragam

Sosok Ayah di Mata Gubernur Anies

print this page Senin, 13/11/2017 | 15:09

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditemani anak, dan istrinya. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Berbicara soal ayah, kemarin adalah peringatan Hari Ayah Nasional, Minggu (12/11). Di hari tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkisah tentang sosok sang ayah, Rasyid Baswedan, lewat akun Instagram pribadinya.

"Namanya Rasyid Baswedan, Ayah adalah pribadi yang amat stabil, lempeng dan tegas," kata Anies membuka kisahnya tentang sosok sang ayah, dikutip rilis.id dari akun Instagram @aniesbaswedan.

Melalui tulisan panjang memberi keterangan foto dirinya saat kecil bersama sang ayah yang diunggah di Instagram, tergambar jelas betapa Anies begitu mengagumi dan berartinya sosok ayah bagi pemimpin Jakarta itu. Ia lalu mengisahkan kehebatan sang ayah sewaktu masih ada.

"Di siang hari bekerja keras, mengajar di sekolah dan kampus. Di malam hari jadi penutur dongeng bagi anak-anaknya. Dongengnya penuh variasi mulai dari yang lucu hingga cerita sedih atau cerita menegangkan. Semua adalah dongeng karangannya sendiri," cuit Anies.

Lebih panjang lagi Anies menceritakan, meja makan rumahnya jadi saksi ketika sang ayah mengizinkan anak-anaknya berdiskusi dan berdebat, termasuk jika beda pandangan dengannya. Menurutnya, ayah tidak mengatur pikiran, melainkan mengatur cara dan adab dalam mengungkapkan gagasan.

"Ayah selalu menjaga semangat untuk terus berjuang dan tetap teguh walau ada hantaman," ungkap Anies. Dan pesan ayahnya yaitu: "Jika ingin bebas hantaman duduk santai saja di rumah. Namun, kalau berjuang maka tantangan dan hantaman adalah kenormalan."

 

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

 

Kisah Anies Kecil dan Sang Ayah

Sewaktu Anies duduk di bangsu Sekolah Dasar (SD), dengan dibonceng motor vespa, sang ayah mengantarnya ke sekolah. Ayahnya juga menggiringnya untuk jadi anggota perpustakaan di Harian Kedaulatan Rakyat (HKR). Minggunya, bersama-sama mereka membersihkan vespa, dan setiap sebulan sekali tak lupa membersihkan juga busi mesinnya.

Anies pun menceritakan momen ketika ia di kelas empat SD. Suatu ketika pamannya yang berstatus aktivis mahasiswa ditangkap polisi akibat memprotes NKK-BKK. Dari Universitas Gajah Mada (UGM), sang paman dibawa ke Semarang. Ditahan beberapa bulan oleh Kopkamtib tanpa proses pengadilan. 

Anies mengatakan, Ayahnya rutin menjenguk pamannya dengan membawakan buku dan makanan. Kakek ikut mendirikan Republik ini, dan saat anak bungsunya itu ditahan oleh pemerintah republik ini, ia berpesan pada semua keluarga, "jangan pernah khawatir, ini konsekuensi sebuah perjuangan, biasa saja. Berani melawan, maka berani ditahan." 

Penulis Ning Triasih

Tags:

Anies BaswedanRasyid BaswedanAyahAyah Anies BaswedanHari Ayah

loading...