logo rilis
Sosok Artidjo di Mata Anas Urbaningrum
Kontributor
Tari Oktaviani
24 Mei 2018, 13:13 WIB
Sosok Artidjo di Mata Anas Urbaningrum
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. FOTO: IST.

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengatakan, pengajuan permohonan peninjauan kembali kasusnya tak disebabkan Hakim Agung Artidjo Alkostar sudah pensiun. Ia mengatakan, sosok Artidjo dihormatinya namun ia menilai dalam memutus perkara, Artidjo masih tak adil.

"Tidak ada kaitannya dengan masa tugas Pak Artidjo, tetapi memang ini terkait dengan putusan beliau. Putusan yang buat saya tidak kredibel," katanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Ia menilai putusan Artidjo kepadanya tidak berdasarkan bukti serta fakta yang ada. Ia menduga Artidjo tak memahami konstruksi perkaranya sehingga membuatnya dihukum lebih berat.

"Buat saya pribadi Pak Artidjo itu orang yang kredibel. Saya hormat secara pribadi, tetapi menyangkut putusan terkait perkara saya itu putusan yang tidak kredibel karena tidak berbasiskan kepada fakta dan bukti yang terungkap di muka persidangan," paparnya.

Ia pun berharap, setidaknya hakim di tingkat PK ini bisa memutus perkaranya lebih adil dengan vonis yang lebih rendah. Sebab, ia sudah menyiapkan dasar hukum yang akan dibeberkan di persidangan.

"Saya yakin karena dasar yang saya ajukan untuk PK ini sangat kuat, argumentatif, dan yang sangat kokoh untuk bisa dipertimbangkan sebagai bahan menjadi putusan yang adil, bukan putusan yang tidak adil sepetti putusan yang sebelumnya," ungkapnya.

Diketahui kala itu, Artidjo menjadi hakim dalam kasasi Anas Urbaningrum dalam perkara Bernomor 1261 K/Pid.Sus/2015 yakni perkara korupsi Wisma Atlet. 

Artidjo memvonis mantan Ketum PB HMI itu dengan 14 tahun penjara. Selain itu, hakim yang baru berumur 70 tahun itu memberikan pidana tambahan berupa mengembalikan uang Rp57,5 miliar serta pencabutan hak politik.

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)