logo rilis
Solidaritas Guru Budi, Ribuan Elemen Aksi Damai di Sampang
Kontributor

08 Februari 2018, 13:17 WIB
Solidaritas Guru Budi, Ribuan Elemen Aksi Damai di Sampang
Aksi long march sebagai bentuk solidaritas kepada Guru Budi yang tewas dianiaya muridnya sendiri. FOTO: Whatsapp Messanger

RILIS.ID, Sampang— Sejumlah kalangan di Sampang, Jawa Timur, menggelar long march dari Depan Mapolres, menuju Kantor Kejaksaan Negeri Sampang dan menyampaikan aksi damai sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya Achmad Budi Cahyanto, guru yang tewas usai dianiaya muridnya sendiri.

Aksi solidaritas yang berjudul 'Duka Guru Budi Duka Kita Semua, ini dipimpin Kiai Tsabit yang juga mantan Ketua Umum HMI Cabang Malang  periode 1995-1996.

Berbagai elemen terlibat dalam aksi ini, seperti para kolega almarhum Ahmad Budi Cahyanto, perwakilan PGRI se-Madura, perwakilan mahasiswa se-Madura, pegiat seni dan masyarakat peduli pendidikan.

Tak hanya itu, sejumlah siswa SMA Torjun Sampang juga ikut ambil bagian dari aksi solidaritas ini. Siswa tersebut membentangkan sejumlah poster bentuk keprihatinan dan apresiasi terhadap sosok almarhum guru Ahmad Budi Cahyono.

Seperti diketahui, seorang siswa di sebuah SMA Negeri di Sampang, Jawa Timur, MC, menganiaya guru keseniannya bernama Ahmad Budi Cahyono, Kamis (1/2/2018) lalu.

Kasus pemukulan oleh siswa MH terjadi saat guru Budi Cahyono menyampaikan pelajaran kesenian. 

Pada saat proses belajar mengajar di ruang, MC disebut tidak fokus mendengarkan pelajaran dan justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan temannya. 

Kemudian korban menegur siswa tersebut, namun tak dihiraukan.

Siswa tersebut malah semakin menjadi-jadi mengganggu teman-temannya. Akhirnya, korban menindak siswa itu dengan mencoret bagian pipi pelaku dengan cat lukis.

Namun, MC tidak terima dan langsung memukul guru Budi mengenai bagian pelipis wajahnya. Budi tidak melawan. Ia mengalah atas perlakuan siswanya.

Namun aksi MC tidak sampai di situ. Usai pulang sekolah, siswa berparas tampan itu menunggu guru Budi di Jalan Raya Jrengik dan kembali menganiaya sang guru.

Sesampainya di rumah, guru Budi istirahat (tidur) karena mengeluh sakit pada lehernya. 

Selang beberapa saat kemudian, korban kesakitan dan tak sadarkan diri (koma). Budi langsung dirujuk ke RS Dr Soetomo Surabaya. 

Hasil diagnosa dokter menyebutkan yang bersangkutan mengalami mati batang otak dan semua organ dalam sudah tidak berfungsi.
 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID