logo rilis

Soal TKA, Pena 98: Jokowi Tidak Salah
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
26 April 2018, 15:59 WIB
Soal TKA, Pena 98: Jokowi Tidak Salah
Presiden Jokowi di Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Berkembangnya isu hoaks (berita bohong) dan fitnah yang menyinggung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), dinilai mengancam perjuangan reformasi oleh mahasiswa bersama rakyat pada 1998.

"Apa yang kita perjuangkan 20 tahun lalu terancam. Perjuangan kita saat ini sepertinya sedang dihilangkan, isu SARA merebak di mana-mana, kebohongan merebak di mana-mana," ujar Sekjen Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (Pena 98), Adian Napitupulu, di Jakarta pada Kamis (26/4/2018).

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan berkembangnya isu hoaks, fitnah berbasis SARA merupakan sebuah kemunduran demokrasi yang tidak sejalan dengan cita-cita reformasi.

Dia menegaskan, dalam demokrasi diajarkan bahwa melihat kesalahan manusia bukan atas dasar etnis atau keyakinannya, melainkan dari perbuatannya.

"Demokrasi tidak mungkin dibangun di atas diskriminasi, intimidasi, fitnah bernuansa SARA. Demokrasi tidak bisa dibangun di atas kebohongan," ujar anggota DPR RI itu.

Salah satu contoh isu hoaks yang muncul belum lama ini, kata Adian, terkait isu serbuan tenaga kerja asing ke Indonesia. Menurutnya, isu tersebut tidak lah benar.

Sejatinya, kata dia, masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia adalah buah dari perjanjian pemerintahan orde baru yang tunduk pada pasar bebas. Sedangkan, pemerintahan Jokowi adalah korban dari kebijakan 22 tahun lalu yang diambil pemerintahan Soeharto.

Presiden Jokowi sendiri telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kedatangan tenaga kerja asing, salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) soal tenaga kerja asing.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)