logo rilis
Soal Tas Sembako, Kabarnya dari Uang Operasional Presiden
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
25 April 2018, 10:13 WIB
Soal Tas Sembako, Kabarnya dari Uang Operasional Presiden
Mensesneg, Pratikno. FOTO: Okezone

RILIS.ID, Jakarta— Belum lama ini, laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Keuangan, sempat ramai jadi perbincangan publik. Karena, tercantum soal proyek pengadaan tas sembako yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno menilai, tidak ada yang salah dengan isu tas sembako tersebut. Karena, kebutuhan tersebut diambil dari dana operasional Presiden Jokowi.

"Tidak melanggar karena diambil dari dana operasional presiden," kata Pratikno kepada wartawan di Gedung Krida Bakti, Kemensesneg, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, pada laman resmi LPSE Kementerian Keuangan tercatat "Pengadaan Tas Sembako Bantuan Presiden" dengan kode lelang 23246011. Nilai pagunya sebesar Rp3.000.000.000 dengan harga perkiraan sendiri (HPS) paket Rp600.000.000 menggunakan APBN 2018

Melansir dari jpnn, Pratikno mengungkapkan, pengadaan tas sembako dilakukan melalui pos anggaran bantuan kemasyarakatan, bersumber dari dana operasional presiden. Dana operasional sendiri bukan hal yang baru, melainkan sudah ada sejak era presiden sebelumnya.

"Itu sudah sejak zaman dulu kala sudah ada. Cuma penggunaannya saja beda-beda," ujar dia.

Karena itu, Pratikno meminta hal itu tidak dijadikan polemik. Apalagi, penggunaan dana operasional presiden dilakukan secara terbuka.

"Bapak Presiden menggunakannya, ini kan terbuka, semua orang tahu siapa yang menerima. Dan kami akuntabel untuk administrasi," paparnya.


500
komentar (0)