logo rilis
Soal Senjata Kimia, Trump Sebut Bashar al-Assad 'Binatang'
Kontributor
Syahrain F.
09 April 2018, 16:59 WIB
Soal Senjata Kimia, Trump Sebut Bashar al-Assad 'Binatang'
Presiden AS Donald Trump. FOTO: AA

RILIS.ID, Washington— Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Bashar al-Assad Suriah sebagai "binatang"  menyusul serangan kimia mematikan ke kota kecil bernama Douma pada Sabtu (7/4/2018) lalu.

"Banyak yang tewas, termasuk wanita dan anak-anak, dalam serangan kimia di Suriah. Wilayah itu dikepung oleh tentara Suriah, membuat kota itu benar-benar tidak dapat diakses oleh dunia luar. Presiden Putin, Rusia dan Iran bertanggung jawab karena mendukung binatang Assad. Harga yang harus dibayar terlalu mahal, " cuit Trump melalui akun Twitter-nya, kemarin (8/4/2018).

"Buka kepungan tersebut secepatnya untuk bantuan medis dan verifikasi. Bencana kemanusiaan yang disebabkan tanpa alasan apa pun. SAKIT!" Trump melanjutkan.

Organisasi relawan White Helmets mengatakan, pasukan rezim Assad telah menyerang Douma, sebuah kota di Ghouta Timur.

Melansir dari kantor berita Anadolu Agency, bom-bom yang dijatuhkan pada tengah malam itu sangat kuat dugaan mengandung gas kimia mematikan yang menyebabkan sedikitnya 70 warga sipil tewas. 

Secara keseluruhan, White Helmets menghitung, lebih dari 500 kasus paparan kimia, sebagian besar korbannya adalah perempuan dan anak-anak.

Menanggapi serangan kimia itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres  menyatakan sangat khawatir dengan dugaan penggunaan senjata kimia tersebut.

"Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak dalam posisi untuk memverifikasi laporan-laporan ini, Sekjen mencatat bahwa setiap penggunaan senjata kimia adalah menjijikkan dan membutuhkan penyelidikan menyeluruh," kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.

Pada 24 Februari, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi Resolusi 2401 yang menyerukan gencatan senjata selama sebulan di Suriah--terutama di Ghouta Timur--untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Meskipun sudah ada resolusi, rezim dan sekutu-sekutunya awal bulan ini tetap meluncurkan serangan dengan dukungan kekuatan udara Rusia yang bertujuan menguasai Ghouta Timur yang dikuasai oposisi.

Awal bulan ini, komisi penyelidikan PBB merilis laporan yang menyebut rezim Assad telah melakukan kejahatan perang di Ghouta Timur, termasuk penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil.


500
komentar (0)