logo rilis
Soal Senjata Kimia, AS Persiapkan Opsi Militer Gempur Suriah
Kontributor
Syahrain F.
10 April 2018, 15:01 WIB
Soal Senjata Kimia, AS Persiapkan Opsi Militer Gempur Suriah
Presiden AS Donald Trump dan Wapres AS Mike Pence berbicara dalam Ruang Kabinet, di Gedung Putih, Washington, Senin (9/4/2018) petang. FOTO: AP/Susan Walsh

RILIS.ID, Washington— Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan militer ke Suriah menyusul dugaan kuat digunakannya senjata kimia dalam serangan pasukan udara rezim Bashar al-Assad ke Douma, Ghouta Timur, Sabtu (7/4) lalu.

Hal itu dia sampaikan ketika mengadakan rapat di Gedung Putih dengan petinggi militer, kemarin (9/4/2018).

"Kita memiliki banyak opsi militer, dan kami akan mengabarkannya secepat mungkin," kata Trump.

Ketika ditanya soal kemungkinan keterlibatan Rusia, Trump menjawab Presiden Vladimir Putin perlu bertanggungjawab atas serangan yang telah menewaskan 78 orang itu.

"Dia mungkin saja (terlibat). Dan jika benar demikian, ini akan menjadi sulit. Semua orang akan membayar atas apa yang dilakukan. Dia (Putin)dan semuanya akan membayarnya," ucap Trump, melansir Associated Press. 

Dari rapat tersebut, tampak pihak militer AS memberi sinyal dalam posisi siap melancarkan serangan. Kapal penghancur USS Donald Cook, yang beberapa hari lalu berada di pelabuhan Siprus tengah melaju menuju perairan timur Mediterania. 

Kapal itu dilengkapi dengan persenjataan rudal kendali Tomahawk yang setahun lalu digunakan untuk membombardir pangkalan udara Suriah menyusul serangan senjata kimia rezim Assad ke wilayah sipil.

Sementara pihak Rusia, yang menjadi sekutu terdekat rezim Assad mengaku telah menyisir kota Douma namun tak menemukan bukti penggunaan senjata kimia.

Namun, video dan foto-foto yang dirilis oleh kelompok aktivis seperti White Helmets mementahkan dalih Rusia tersebut. Dari dokumentasi tersebut tampak jasad-jasad tak bernyawa tanpa luka luar mengeluarkan busa dari mulutnya--tanda-tanda tubuh terpapar zat kimia kuat.


500
komentar (0)