logo rilis
Soal Rencana Pertemuan Jokowi-Prabowo, Ferdinand: Saya Pribadi Dukung
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
24 April 2019, 15:15 WIB
Soal Rencana Pertemuan Jokowi-Prabowo, Ferdinand: Saya Pribadi Dukung
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supartman

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengaku dirinya secara pribadi mendukung rencana pertemuan antara capres petahana Joko Widodo dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Bahkan, menurut Ferdinand, pertemuan itu harus diwujudkan untuk meredakan tensi politik yang terjadi di masyarakat saat ini pascapencoblosan di Pilpres 2019. 

"Ini pendapat pribadi saya, bukan BPN (Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno), menurut saya bahwa pertemuan itu bagus dan harus diwujudkan," katanya kepada rilis.id, Rabu (24/4/2019). 

Ferdinand yang juga anggota BPN Prabowo-Sandi itu berharap, rencana Jokowi untuk bertemu dengan Prabowo bukan dalam rangka tawar menawar ataupun lobi-lobi politik terkait hasil Pilpres 2019. 

"Yang penting isinya bukan dalam rangka bargaining politik, lobi-lobi politik, tawar menawar politik untuk menentukan siapa yang menang. Kalau itu saya tidak setuju," ujarnya. 

Ferdinand mengaku mendukung rencana pertemuan Jokowi dengan Prabowo itu bila memang murni untuk silaturahmi. Menurutnya, hal itu juga penting untuk menunjukkan kepada seluruh masyarakat di Indonesia bahwa semua elite politik bersatu untuk membangun bangsa dan megara. 

"Saya mendukung pertemuan itu untuk menurunkan tensi politik. Karena tensi politik kita sekarang tinggi. Kita ingin bangsa ini berjalan baik. Berjalan menuju masyarakat adil makmur dan sejahtera," tandasnya.

Sebelumnya,  Peneliti Forum Studi Media dan Komunikasi Politik Indonesia (Formasi), Muhammad Taufik Rahman, menduga, keinginan Jokowi untuk bertemu dengan Prabowo adalah untuk menghindari skenario terburuk pascapenghitungan suara Pemilu 2019 secara resmi oleh KPU.

"Skenario terburuk yang akan dihadapi besok adalah hasil real count KPU tidak sesuai perhitungan timses Prabowo. Nah, karena asumsinya sudah dibentuk bahwa itu mungkin karena kecurangan petahana, maka diperlukan upaya pertahanan diri untuk menghindari hasil   yang tidak diharapkan," katanya kepada rilis.id, Selasa (24/4/2019).

Baca Juga: Keinginan Jokowi Bertemu Prabowo Dinilai untuk Hindari Skenario Ini

Jalan melalui MK sudah pernah dilakukan Prabowo di tahun 2014 dan gagal. Kelihatannya kali ini mereka akan mencari cara alternatif yang luar biasa untuk menghindari terulangnya kekalahan," sambungnya. 

Taufik mengatakan, rencana pertemuan Luhut dan Prabowo memiliki signifikansi yang tinggi. Menurutnya, selalu ada persoalan yang penting bila Luhut ingin bertemu dengan Prabowo. 

"Jika melihat pola pertemuan mereka sejak Jokowi menjabat, selalu ada situasi genting di balik layar yang harus diselesaikan," ujar Taufik.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID