Home » Muda

Soal Pilkada 2018, GMKI: Isu Agama Masih Jadi Andalan Kontestan

print this page Kamis, 4/1/2018 | 17:15

ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz faza

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sahat Martin Philip Sinurat menilai isu agama masih jadi andalan kontestan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Ia khawatir isu tersebut akan terus digulirkan untuk meraih kekuasaan. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. 

"Yang dikuatirkan pilkada nanti  masih  ribut-ribut isu politisasi agama dan ini masih jadi andalan kandidat. Isu ini tidak mendidik generasi milenial dalam mempelajari politik. Karena mereka selalu disuguhkan dengan isu seperti itu," katanya dalam keterangan tertulis kepada rilis.id di Jakarta, Kamis (4/1/2018).
 
Sahat menjelaskan, isu agama akan membuat masyarakat lupa tentang persoalan besar Indonesia, yakni kasus korupsi. Padahal, isu ini menjerat para pemimpin daerah dan nasional yang seharusnya menjadi contoh teladan dalam meniadakan praktek-praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di Indonesia.

"Kita terperdaya dengan politisasi agama, kemudian suara kita diarahkan untuk memilih calon kepala daerah yang tidak memiliki kapasitas," imbuhnya.

GMKI meminta agar masyarakat tidak boleh tertipu dengan politisasi agama dan terperdaya dengan politik uang. 

"Masyarakat harus cerdas dalam politik sehingga mendukung tumbuhnya kehidupan demokrasi yang diidamkan. Masyarakat yang cerdas dan berintegritas akan memilih pemimpin yang cerdas dan berintegritas pula," tuturnya.

GMKI berharap agar para kontestan pilkada nanti  mengedepankan integritas. Selain itu, tidak akan punya utang atau janji politik kepada orang-orang yang memberikan dana politik kepadanya.

"Akhirnya mereka yang terpilih dengan cara yang baik dan berintegritas akan dapat memenuhi sumpah pelayanannya, yakni memberikan yang terbaik bagi rakyat serta tidak perlu korupsi untuk mengganti biaya kampanye," ucap Sahat.

"Parpol harus mendidik kader-kader partainya agar memiliki nilai-nilai integritas, keadilan, kejujuran, dan rasa nasionalisme yang kuat sehingga tidak membedakan suku, agama, gender, dan golongan. Parpol juga harus memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan menolak politik uang," tandasnya.

Penulis Tio Pirnando
Editor Elvi R

Tags:

GMKISahat Martin Kristen Indonesia (GMKI)Pilada 2018