logo rilis
Soal Penusukan Wiranto, Sekjen PDIP: Hanya Hanum Rais yang Tidak Percaya
Kontributor
Zulyahmin
14 Oktober 2019, 15:31 WIB
Soal Penusukan Wiranto, Sekjen PDIP: Hanya Hanum Rais yang Tidak Percaya
FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, meyakini masyarakat Indonesia mengetahui situasi yang sebenarnya, menyoal adanya anggapan penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto adalah rekayasa.

Dia menyebut, hanya politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Hanum Rais saja yang tidak percaya dengan insiden tersebut.

Hasto menyampaikan hal itu saat ditanya adanya anggapan rekayasa atas insiden penyerangan Wiranto.

"Masyarakat tahu situasionalnya. Hanya Hanum Rais yang tidak percaya," kata Hasto, di Jakarta, Senin (14/10/2019). 

Hasto menegaskan, Wiranto sebagai Menkopolhukam adalah sosok yang menjadi simbol kebijakan terkait dengan politik, hukum, dan keamanan di Indonesia.

Jadi, kata dia, insiden yang menimpa Wiranto merupakan national warning bagi seluruh masyarakat untuk menjaga aspek keamanan dan ketenteraman masyarakat.

"Berbagai upaya yang melakukan perlawanan terhadap negara dan simbol-simbol negara tidak boleh dibiarkan," ujar Hasto.

Sebelumnya, organisasi relawan Jam'iyyah Joko Widodo-Ma'ruf melaporkan Hanum Rais ke Bareskrim Polri terkait dengan cuitan Hanum di Twitter yang menyebut penusukan Wiranto seting-an dan "play victim". Namun, cuitan itu sudah dihapus.

Hanum Salsabiela Rais mengklaim bahwa cuitannya soal kasus penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto, terhapus.

"Kehapus. Saya hanya menyampaikan betapa masyarakat sekarang susah memahami mana yang harus dipercayai. Dan itu sangat mengkhawatirkan," kata Hanum di atas tangkapan layar dari cuitannya yang terhapus, Kamis (10/10/2019).

Menkopolhukam sekaligus Ketua Umum PP PBSI Wiranto diserang oleh orang tidak dikenal saat melakukan kunjungan kerja di daerah Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10/2019) siang.

Akibat penyerangan tersebut, Wiranto dikabarkan terkena dua tusukan di perut dan sempat dirawat di RSUD Berkah, Pandeglang, sebelum dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID