logo rilis
Soal Penusukan Menkopolhukam Pengamat Minta Pemerintah Evaluasi Pihak Terkait
Kontributor
Elvi R
13 Oktober 2019, 09:31 WIB
Soal Penusukan Menkopolhukam Pengamat Minta Pemerintah Evaluasi Pihak Terkait
Menko Polhulam Wiranto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Peristiwa penusukan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dianggap sebagai kegagalan dalam upaya menjaga keamanan. Community of Ideological Islamic Analyst ( CIIA) Harits Abu Ulya mengatakan kegagalan tersebut harus dipertanggungjawabkan oleh pihak terkait.

"Wajib evaluasi semua pihak terkait, bahkan kelau perlu di copot para petingginya. Kembangkan budaya malu bagi pejabat publik sebagai rasa tanggungjawab moral, jika gagal bekerja maka mundur dan tidak perlu membangun alasan atau beragam argumen pembenaran atas kegagalan tersebut," ungkap Harits di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Menurutnya, kekerasan terhadap Wiranto bisa dianggap sebuah kecolongan para penegak hukum baik, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kepolisian. Bahkan aparat tidak mampu menganalisa potensi serangan yang akan terkadi.

"BIN kecolongan, jika klaim BIN soal pemantauan sebelumnya terhadap pelaku penyerangan telah dilakukan, maka akan melahirkan kesan terjadinya pembiaran atau kelalain BIN menganalisa potensi serangan," katanya.

Kendati demikian, lanjut Harits tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan, terutama pada saat pelantikan presiden 20 Oktober mendatang.

"Waspada itu wajib tapi membangun asumsi ancaman yang over juga tidak bagus," ujar Harits.

Ke depan dia meminta kepolisian, BIN dan TNI mampu meningkatkan keamanan. Tidak boleh tebang pilih, ataupun memakai sistem kasta.

"Hal tersebut (keamanan dan keselamatan) menjadi hak setiap warga negara. Tidak ada sistem kasta, keamanan bagi pejabat tapi tidak untuk rakyat. Negara hadir memastikan keamanan untuk setiap insan warga negaranya secara proporsional," jelas Harits.

Untuk pejabat negara dia berharap pengamanan dilakukan sesuai protap yang ada selama ini.

"Kasus kriminal penyerangan terhadap Wiranto tidak boleh kemudian kita mendramatisir bahwa pelantikan presiden dalam bayang-bayang ancaman atau serangan teror yang serius," pungkasnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID