logo rilis

Soal Pengangguran di Jatim, Khofifah dan Gus Ipul Berdebat Hebat
Kontributor
Budi Prasetyo
09 Mei 2018, 07:52 WIB
Soal Pengangguran di Jatim, Khofifah dan Gus Ipul Berdebat Hebat
Debat pilgub jatim

RILIS.ID, Surabaya— Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meragukan program pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dengan membuka 750 ribu lapangan kerja selama setahun. 

Menurut Khofifah, keraguan itu muncul karena angka pengangguran di Jawa Timur cukup tinggi mencapai 827 ribu.

"Kami ingin mendapatkan penjelasan dari Gus Ipul dan Mbak Puti, bagaimana backbone dan infrastruktur ekonomi disiapkan untuk membuka lapangan kerja. Sementara hari ini penggangguran di Jawa Timur ada 827 ribu," kata Khofifah saat debat publik kedua di Dyandra Convention Hall Surabaya, Selasa (8/5/2018).

Mendengar pernyataan Khofifah, Gus Ipul pun menangkisnya dengan jawaban yang cukup panjang. "Jadi ada Rp120 triliun investasi yang direalisasikan di mana menyerap tenaga kerja 598 ribu lebih. Ini data dari dinas penanaman modal provinsi Jawa Timur," katanya. 

Bahkan, Gus Ipul pun yakin bahwa dengan program seribu desa wisata, angka pengangguran bisa ditekan karena lapangan kerja baru akan tumbuh. 

"Kalau kita tambah dengan 1000 desa wisata, di tambah dengan investasi yang sudah siap di belakangnya, saya kira bukan sesuatu yang sulit untuk menciptakan 750 ribu lapangan kerja setiap tahun," tutur Gus Ipul dengan nada optimis. 

Jawaban Gus Ipul itu disanggah oleh Khofifah. Menurut dia, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan kalau setiap tahunnya angka pengangguran hanya menurun sekitar 0,4 persen. 

"Data BPS Jatim 2017, pengangguran tahun 2016 4,14 persen per Februari. 2017, 4,10 persen, jadi turunnya setahun cuma 0,04 persen," kata Khofifah.

Menanggapi sindiran Khofifah, Gus Ipul mengklaim bahwa angka pengangguran bisa ditekan sekian 4 persen. Menurut dia, data yang disajikan dari Dinas Penanaman Modal Jatim itu valid.

"Kami juga punya data ada penurunan 0,21 persen tahun ini, sekarang (angka pengangguran) tinggal empat persen itu juga data. Data ini bisa dipastikan valid," pungkasnya. 

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)