logo rilis
Soal Pembukaan Wilayah, Presiden Ingatkan Tiga Tahap Ini
Kontributor
Elvi R
26 Agustus 2020, 12:00 WIB
Soal Pembukaan Wilayah, Presiden Ingatkan Tiga Tahap Ini
Salah satu wilayah di Kali Anyar ditutup untuk cegah penularan COVID-19 beberapa waktu yang lalu. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, ancaman COVID-19 belum berakhir, sehingga manajemen krisis betul-betul dilakukan jika ingin membuka wilayah.

Menurut Jokowi, ada 3 tahapan dalam membuka sebuah wilayah, sebagaimana disampaikan pada saat melakukan peninjauan Posko Penanganan COVID-19 Provinsi Aceh, Selasa (25/8), yakni sebagai berikut:

1. Lakukan prakondisi

Prakondisi ini dilakukan terlebih dahulu jangan langsung dibuka.

”Entah mau membuka tempat wisata atau mau membuka di sebuah sektor tertentu,” ujarnya.


2. Waktu yang tepat

Cari timing yang pas dan tepat betul.
”Jangan tahu-tahu besok pagi dibuka misalnya. Ada timing-nya, ada kalkulasinya,” kata Jokowi.

3. Skala prioritas

Prioritas sektor yang akan didahulukan. ”Yang memiliki risiko paling rendah buka dulu, yang memiliki risiko paling tinggi buka nanti yang paling akhir atau enggak usah dibuka terlebih dahulu,” ujarnya.

Jokowi yakin jika ini secara ketat dikerjakan, maka kasus di Provinsi Aceh ini akan terus bisa diperkecil dan kemudian hilang. Hal itu juga berlaku bagi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain masalah kesehatan, ia juga mengingatkan, untuk tidak melupakan masalah ekonomi.

”Ini gas dan remnya harus dikendalikan betul oleh Pak Gubernur dan seluruh jajarannya. Karena memang semua negara mengalami produksi terganggu, supply terganggu, demand terganggu, semuanya terganggu, semuanya. Produksi, permintaan, supply, semuanya terganggu,” jelasnya.

Oleh sebab itu, mantan walikota Solo itu menyampaikan, ekonomi Indonesia memang berada pada posisi yang tidak baik. Tetapi semua negara juga mengalami, apalagi negara-negara yang melakukan lockdown ekonominya sampai minus 17 persen, minus 21 persen, minus 20 persen.

”Kita alhamdulillah di kuartal pertama kemarin berada di posisi 2,97 persen, tapi di kuartal II karena kita melakukan PSBB, kita jatuh di minus 5,3 persen. Kita harapkan di kuartal III ini insyallah kita harus lebih naik dari kuartal yang pertama sehingga ekonomi kita bisa kita ungkit untuk naik kembali,” katanya.

Untuk itu, ia meminta yang berkaitan dengan bantuan sosial, stimulus ekonomi agar dicek oleh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Kepala Negara menyebutkan contoh seperti bansos yang dibayar lewat BLT desa, bansos tunai, PKH, BPNT untuk sembako, subsidi listrik yang digratiskan 450 VA betul-betul di lapangan benar enggak.

”Mengenai banpres produktif yang kita berikan kepada usaha mikro dan kecil sebesar Rp2,4 juta langsung ke rekening-rekening mereka. Kita berikan kepada 12 juta pelaku usaha dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, semuanya diberikan sebanyak 12 juta pelaku usaha mikro dan kecil,” jelasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID