logo rilis
Soal Palestina, 'Sejengkal pun Indonesia Tak Mundur'
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
12 Mei 2018, 09:20 WIB
Soal Palestina, 'Sejengkal pun Indonesia Tak Mundur'
Unjuk rasa dalam aksi Bela Palestina. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Rencana Amerika Serikat memindahkan secara resmi kedutaannya ke Yerussalem, mendapat kecaman dari parlemen di Indonesia.

Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menyampaikan rencana AS ini adalah sikap terkutuk dan tidak menghormati PBB serta majelisnya sebagai kesepakatan negara dunia.

"Siapa yang memberi AS hak untuk memutuskan bahwa Yerusalem adalah bagian dari Israel? Yerusalem bukan milik AS. Hormati PBB dan hentikan langkah Anda, Trump!" tegas Kharis dalam siaran persnya, Sabtu (12/5/2018).

Yerusalem bukanlah milik Israel apalagi AS, sehingga Presiden Trump tak berhak untuk memutuskannya secara sepihak kepemilikan negara tersebut.

Desember lalu, pemungutan suara di sidang darurat Majelis Umum PBB, mendapati 128 termasuk Indonesia, menentang langkah Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Langkah sepihak Presiden Trump dengan mendeklarasikan Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv, jelas mengganggu perdamaian dunia. 

"Ketika AS  benar-benar akan meresmikan Kedubesnya di Yerussalem pada 14 Mei besok, ini langkah awal kehancuran bagi perdamaian yang Amerika sendiri menggagasnya," kata dia.

"Perlawanan akan semakin masif, semua negara Islam bersama Palestina dan 128 negara yang lain juga, Amerika harus menghentikan langkahnya," tegas politisi dari Fraksi PKS ini.

"Sejengkal pun kami takkan pernah mundur memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menjadikan Al-Quds atau Yerusalem sebagai ibu kotanya, selama nafas masih dikandung badan selama itu pula NKRI akan memperjuangkan Kemerdekaan Palestina," tutup Kharis.


500
komentar (0)